Minggu, 26 Februari 2017

BERGUMUL MELAWAN ALLAH


Menurut kamus bahasa indonesia: gumul artinya bergulat atau bergelut

Siapakah orang yang pernah bergumul melawan Allah ?

Kejadian 32:28  Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Dari kisah Yakub yang menjadi Israel itulah Tuhan hendak mengajari kita semua bagaimana cara mengalahkan kedagingan dan masalah-masalah yang mengganggu hidup kita.

Sebab bila saudara mengandalkan kekuatan diri atau manusia tidak akan menang melawan kedagingan (sifat berdosa) yg terpaksa kita warisi dari nenek moyang manusia yang telah jatuh.

Sejak kita bayi tubuh kita terus diberi makan oleh orang tua kita, kalau sewaktu balita tidak mau makan maka diupayakan dengan segala cara oleh ibu kita supaya dapat makan, sementara rohaninya jarang diberi makan bahkan setelah dewasapun rohaninya sering berpuasa makan sebab jarang diberi Firman Tuhan.

Oleh karena itu supaya saudara bisa menang maka:

1. BERGUMUL MELAWAN ALLAH

Saudara harus minta tolong kepada Tuhan, tapi hal ini kita rasakan tidak mudah, sebab belum tentu dijawab dalam waktu yang singkat, untuk itulah saudara harus bergumul melawan Allah.

Seperti Yakub bergumul dan tidak akan dilepaskan bila Tuhan belum menjawab permohonannya, demikianlah kita seharusnya bergumul.

Jangan lepaskan Tuhan dan jangan menyerah, terus bergumul dalam doa sampai Tuhan menjawab.

Dalam bergumul melawan Tuhan kita diberi 2 alat atau senjata.

1.1. Alkitab

Yang berisi firman yang tertulis, ini berguna untuk melihat apa permohonan kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan.

Bila permohonan doa saudara tidak sesuai kebenaran dalam Alkitab saudara tidak akan menang sebab saudara telah salah berdoa.

1.2. Doa

Dalam Luk 18:1-5 Tuhan Yesus memberi perumpamaan tentang perlunya doa yang terus menerus. Perumpamaan tentang hakim yang lalim dan janda yang terus memohon keadilan.

Pada akhirnya janda itu menang sebab tekun memohon, padahal itu hakim yang lalim, apalagi bila kita memohon kepada Tuhan yang baik, pasti Dia bermurah hati kepada kita.

2. BERGUMUL MELAWAN DAGING

Setelah Tuhan menolong kita, maka bersama dengan Tuhan roh kita akan bergumul dengan sifat manusia (daging) kita. Dengan pertolongan Tuhan pasti kita akan dapat menang melawan daging.

KESAKSIAN
Kisah seorang ibu yg bergumul dalam doa

Dr. Mark, seorang spesialis kanker yang terkemuka, sedang dalam perjalanan menuju sebuah konferensi, utk menerima penghargaan bidang riset medis.

Dia sangat bersemangat dan ingin secepatnya tiba di sana. Ia telah bekerja keras dan lama utk risetnya itu dan merasa layak utk menerima penghargaan tsb.

Akan tetapi, 2 jam setelah pesawatnya tinggal landas, pesawat itu harus mendarat darurat di bandara terdekat akibat kerusakan teknis.

Krn kuatir akan terlambat tiba di konferensi tsb Dr. Mark segera pergi ke bagian resepsion dan mendapati bhw penerbangan berikutnya baru ada 10 jam kemudian.

Resepsionis menyarankan agar ia menyewa mobil dan berkendaraan ke kota tempat konferensi itu yang hanya akan memakan wkt 4 jam berkendaraan.

Karena tidak ada pilihan lain, ia setuju utk berkendaraan meskipun ia tidak suka mengemudi jarak jauh.

Dr. Mark menyewa  mobil dan memulai perjalanannya. Akan tetapi, segera setelah ia berangkat, tiba-tiba  cuaca menjadi buruk dan sebuah badai besar terjadi.

Hujan yang terus turun menyulitkannya untuk melihat dan akhirnya ia melewati belokan yang seharusnya ia ambil.

Setelah 2 jam berkendaraan, ia yakin bahwa ia telah tersesat.

Mengemudi dalam hujan yg lebat di jalan yg terpencil, merasa lapar dan letih, dgn sangat gelisah ia mulai mencari tanda-tanda adanya kehidupan (penduduk setempat).

Setelah beberapa waktu, ia menjumpai sebuah rumah tua kecil. Dgn putus asa ia keluar dr mobil dan mengetuk pintu.

Seorang wanita cantik membuka pintu.
Dr. Mark menjelaskan masalahnya dan meminta tolong kpd wanita tsb apakah ia bisa meminjam teleponnya (jaman itu belum ada hp).

Tetapi wanita itu memberitahukannya bhw ia tidak memiliki telepon atau pun peralatan elektronik lainnya, namun wanita itu mengajak dokter itu utk masuk kerumahnya dan menunggu hingga cuaca membaik.

Kelaparan, basah dan kelelahan, sang dokter menerima tawaran baiknya dan masuk ke dlm rumah. Wanita itu memberinya teh panas & sesuatu utk dimakan.

Wanita itu mengajak utk berdoa bersama, namun Dr. Mark tersenyum dan berkata bhw ia hanya percaya akan kerja keras dan mempersilakan wanita itu utk melanjutkan doa

Sambil duduk menikmati tehnya,  Mark memperhatikan wanita itu berdoa di keredupan cahaya lilin, ia berdoa di samping sesuatu yg tampak seperti tempat tidur bayi yg kecil.

Setiap saat wanita itu selesai berdoa ia segera melanjutkannya dgn doa lainnya.

Merasa bahwa wanita itu sedang membutuhkan pertolongan, sang dokter mengambil kesempatan utk berbicara segera setelah wanita itu selesai berdoa.

Sang dokter bertanya kepada wanita itu apakah sebenarnya yang ia inginkan dan apakah Tuhan akan mendengar doa2nya.

Ia lanjut bertanya tentang seorang anak di tempat tidur bayi tsb yg sepertinya sedang ia doakan.

Wanita itu tersenyum getir dan berkata bhw anak itu adalah anaknya yg sedang menderita suatu jenis penyakit kanker yg jarang dan hanya ada 1 dokter, namanya Dr. Mark yg dpt menyembuhkan, namun wanita itu tidak mampu utk membayar Dr. Mark dan lagi Dr. Mark tinggal di kota lain yg jauh.

Wanita itu berkata:
"Sejauh ini memang Tuhan belum menjawab doaku tetapi suatu hari Tuhan akan menciptakan jalan keluar dan aku tidak akan membiarkan kekuatiranku mengalahkan imanku"

Daging (kekuatiran) dikalahkan oleh roh (iman).

Kagum dan tak dapat berkata apa-apa, Dr. Mark berlinangan air mata. Ia berbisik:" Tuhan Maha Besar. "

Dan ia mengingat kembali rangkaian peristiwa yg ia alami..... ada kerusakan teknis di pesawat, badai yg melanda, ia tersesat di jalan dan semuanya ini terjadi karena Tuhan tidak hanya menjawab doa wanita tsb tetapi juga memberinya sebuah kesempatan utk keluar dari dunia yg materialistis dan memberikan sebagian waktunya utk orang2 miskin yang tidak memiliki apapun selain doa-doa yg kaya.

Jumat, 24 Februari 2017

UANG ATAU KONTRIBUSI ?


Pengaruh uang dalam kehidupan manusia sangat luar biasa, sehingga manusia berusaha mengejar prestasi habis-habisan. Manusia berlomba-lomba mengejar prestasi karena manusia menggunakan ukuran yang salah: prestasi diukur dengan jumlah uang yang berhasil dikumpulkan.

Hal yang sama terjadi kepada anak anak kita yang sedang bersekolah. Banyak orang tua mengukur prestasi anaknya dengan ranking yang dicapai. Padahal di kemudian hari sewaktu mereka terjun ke dunia kerja, belum tentu ranking tinggi menjamin kesuksesan mereka.

Ukuran seseorang yang hidupnya berdampak dan dihargai bukanlah sekadar hanya prestasi. Prestasi yang kita capai cenderung untuk kepuasan diri sendiri. Karena biasanya manusia merasa puas jika sudah mencapai prestasi tertentu. Yang membuat kehidupan kita berdampak adalah ketika kita berkarya dan menghasilkan sesuatu untuk banyak orang.

Contohnya adalah Thomas Alva Edison. Ia telah mengubah kehidupan banyak orang. Dari penemuan-penemuannya sekarang kita dapat menikmati dan memanfaatkan cahaya lampu untuk hal-hal yang jauh lebih besar dan berarti. Karya pun tidak diukur dari uang, tapi diukur dari seberapa nilai tambah yang positif yang telah kita berikan di dalam kehidupan seseorang atau masyarakat.

Perhatikan apa yang ditulis dalam Pengkhotbah 2:26 “Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin."

Sudahkah kita berkontribusi hari ini, sehingga kita menjadi orang-orang yang menambah nilai bagi orang orang di sekitar kita? Dan di mana pun kita berada, kita menjadi orang yang berguna dan bukan menjadi orang yang mengejar uang semata mata.

TODAY'S MESSAGE
-Ps. Leonardo A.Sjiamsuri-

Kamis, 23 Februari 2017

TANDA PERSETUJUAN TUHAN


Bila orang percaya mau melakukan kehendak Tuhan maka pasti ada tanda-tanda yg terjadi dari pihak Tuhan, tanda-tanda itu menyatakan konfirmasi bahwa itu memang kehendak Tuhan. Ini ada contoh kisah yang dibagikan di FB oleh seorang percaya.

Saya ingin membagikan kesaksian dari pendeta tamu di tempat saya.

Sebut saja pendeta ini M, beliau berasal dari Sulawesi, beliau mempunyai istri dan 3 anak, di tempat dia melayani dia sudah berkecukupan, namun dia mendapat panggilan Tuhan untuk menggembalakan di Jawa, di sebuah desa yang terletak di sebuah gunung, untuk mencapai desa tersebut masih butuh 1 1/2 jam jalan kaki, dan jemaatnya hanya 2 kk dan 1 janda.

Istrinya tidak habis pikir kenapa suaminya mau meninggalkan pelayanan di tempatnya di sulawesi padahal hidupnya sudah berkecukupan jika dia pindah maka istrinya dan ke 3 anaknya harus ikut, dan disana belum tentu kebutuhan tercukupi, karena jemaatnya hanya 5 orang, namun keputusan M untuk melangkah dan meninggalkan zona nyamannya sudah mantap.

Istrinya pun akhirnya mendukungnya dan akhirnya mereka sekeluarga beserta barang2nya pergi ke bandara dengan diantar oleh salah satu jemaatnya, dalam perjalanan ada jemaatnya yg menanyakan kode booking pesawat milik M karena dia yg akan membayar semuanya, sesampainya di bandara dan waktu penimbangan bagasi, batas barang bawaan mereka 80kg namun barang M sekeluarga totalnya 480kg dan dia tidak mempunyai uang untuk membayar kelebihan bagasinya.

Tidak beberapa lama ada salah satu petugas di bandara yg menyuruh memasukkan semua barang2nya gratis tanpa kena biaya tambahan, M sekeluarga kemudian menunggu di ruang tunggu, kemudian mereka didatangi petugas yg tadi, petugas itu memberikan amplop yg berisi uang dan kartu nama, untuk kebutuhan hidup mereka selama beberapa bulan, ternyata yg memberikan itu semua adalah seorang yg berpangkat jendral, dan petugas itu adalah bekas ajudannya dulu.

Setelah mereka berangkat dan tiba di Jawa, tiba2 Hp istri M berbunyi yg ternyata adalah temannya dulu yg sudah 15 tahun tidak kontak, mereka menjemput M dan keluarganya untuk bermalam dahulu, karena perjalanannya bakal sangat jauh, M dan keluarganya pun menginap di tempat sahabatnya.

Malamnya hp M berbunyi, itu adalah jemaat yg dulu pernah ada di sulawesi tapi merantau ke pulau jawa dan sudah sukses, dia menawarkan mengantarkan mereka beserta barang2nya yg sangat banyak.

Esok paginya mobilnya datang dan menjemput mereka kemudian mereka semua berangkat, sesampainya di tujuan mereka bingung mencari tempat kontrakan, tapi ada salah satu penduduk yg menawarkan keluarga M tempat tinggal bahkan listrik dan air gratis.

Tanah untuk mendirikan gerejapun sudah ada yg memberi, karena jemaat di desa itu beribadah di rumah karena belum ada gereja di desa itu, bahkan semua material bangunan beserta pembangunannya sudah ada yg mau menyumbang, di saat masih proses pembangunan banyak dari penduduk sana yg juga ingin beribadah jika bangunan gereja itu sudah jadi.

M tahu semua itu Tuhan yg membukakan jalan karena M mau mengorbankan segalanya untuk melayani tidak perduli di manapun dia ditempatkan karena dia percaya, dimana berawal dari 5 jemaat asli sekarang sudah bertumbuh hingga puluhan, bahkan hidup M dan keluarganya menjadi lebih baik daripada di sulawesi di mana dia melayani sebelumnya.