Jumat, 09 Maret 2018

UJIAN MURID YESUS


Lukas 9:2  Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
3  kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
4  Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.

Yesus memberikan kuasa kepada para murid supaya dalam tugas mereka memberitakan Kerajaan Allah disertai dengan tanda-tanda mujizat.

Tetapi di ayat 3 Yesus juga memberi ujian kepada mereka dengan tidak boleh membawa bekal dalam perjalanan. Mereka sedang diuji untuk mengandalkan pemeliharaan Tuhan melalui orang yang mereka layani.

Pada ayat 4 tertulis para murid tidak boleh pilih-pilih tawaran berkat dari sesama. Bila mereka sudah menerima dan tinggal dalam sebuah rumah jemaat untuk menginap tapi kemudian ada tawaran yg lebih baik dari jemaat lain para murid tidak boleh pindah.

Ujian ini tidak hanya berlaku untuk para murid Yesus saat itu saja, tapi kita termasuk murid Yesus juga saat ini, kitapun akan mengalami ujian semacam itu.

Ketika kita menghadapi permasalahan maka sikap kita harus mengandalkan Tuhan dulu, kita bisa menghadap Tuhan dengan berdoa, sebab jalan itu sudah dibuka oleh Yesus sendiri. Jangan mengandalkan pertolongan yang lain. Dalam ujian ini diperlukan keteguhan iman dan kesabaran, termasuk didalamnya uji nyali.

Bayangkan bila kita sudah bekerja dan belum saatnya gajian tapi kita tidak punya uang untuk membeli makanan, di saat itu kita tidak boleh utang atau meminta-minta, tapi hanya berseru kepada Tuhan dan menunggu jawaban yg kita tidak tahu kapan datangnya. Itulah ngerinya ujian nyali, tapi setelah Tuhan jawab kebutuhan makanan kita akan menjadi sedap ujiannya.

Dan kita tidak boleh pilih-pilih berkat atau karunia yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Misal seorang pemuda sedang berdoa minta tolong dipilihkan jodoh oleh Tuhan, boleh saja dalam doa dia minta yg cantik, kulit putih, rambut pirang, dll. Tapi yang penting ketika Tuhan tunjukkan seorang gadis pilihan Tuhan maka harus diterima dengan ucapan syukur, walau tidak semua keinginan pemuda itu terpenuhi tapi itulah yang terbaik menurut Tuhan.

Kamis, 08 Maret 2018

RAHASIA KERAJAAN ALLAH


Lukas 8:9  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
10  Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

Rahasia Kerajaan Allah. "Rahasia" (Yunani: mysterion) adalah suatu kenyataan atau kebenaran yang hanya disingkapkan kepada orang-orang yang tidak memiliki pemahaman rohani (#/TB 1Kor 2:14*). Para murid akan melihat kebenaran baru melalui perumpamaan-perumpamaan tersebut; orang lain hanya akan menganggap perumpamaan sebagai cerita yang menghibur.

Disini tercatat bahwa Yesus membuat perbedaan, hanya kepada para murid saja Dia membukakan rahasia Kerajaan Allah. Untuk itu para murid Yesus harus aktif bertanya.

Kita para murid Yesus saat ini bisa bertanya langsung kepadaNya melalui doa, sebab jalan doa kita sudah dibuka oleh Yesus ketika Dia disalib, pada saat kematiannya tirai Bait Suci terbelah menjadi 2, hal itu melambangkan doa kita bisa langsung sampai kepada Tuhan tanpa terhalang lagi.

Lukas 8:18  Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

Ayat diatas memberitahukan kepada kita salah satu rahasia Kerajaan Allah, yaitu orang yg sudah mempunyai rahasia malah akan ditambah lagi, tapi bagi orang yg tidak mempunyai malah akan dikurangi dari apa yang ada padanya.

Seolah-olah ada ketidakadilan, mirip dengan protes orang dunia "yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin", tapi ayat diatas tidak berbicara tentang kekayaan materi, tetapi tentang KEKAYAAN ROHANI.

Karena itu PERHATIKANLAH CARA KITA MENDENGAR, ada 2 orang mendengar kalimat yg sama tapi bisa berbeda pendapat, hal ini disebabkan perbedaan pola pikir dan tafsiran. Janganlah kita mendengar ajaran Yesus hanya dengan pikiran dan tafsiran kita sendiri tapi mintalah Roh Kudus untuk menolong kita, sehingga ajaran yang telah disampaikan Yesus dalam alkitab dapat kita tafsirkan dengan benar sesuai kehendak Tuhan untuk selanjutnya dapat kita lakukan dalam hidup kita.

Rabu, 07 Maret 2018

IMAN YANG BESAR


Lukas 7:9  Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"

Iman dari perwira Romawi ini mengherankan Yesus, padahal perwira ini bukan orang Yahudi dan tidak beragama Yahudi, apakah hal ini juga mengherankan saudara ?

Tercatat dalam Injil 2 kali Yesus heran dengan besarnya iman manusia, yang mana ke duanya bukan orang Yahudi dan penganut agama Yahudi.

Matius 15:28  Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Dari peristiwa ini kita bisa menyimpulkan bahwa iman timbul bukan dari kebangsaan dan agama, karena iman timbul dari mendengar atau membaca Injil.

Roma 10:17  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Di pasal 7 ini pula dikisahkan tentang Yohanes Pembabtis, seorang nabi terbesar menurut Yesus yang mungkin telah goncang iman kepada Yesus, hal ini mungkin disebabkan karena telah lama Yohanes di penjara oleh Herodes.

Lukas 7:18  Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya,
19 ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"

Setelah Yesus meneguhkan iman Yohanes, kembali Yesus memberi komentar tentang iman Yohanes nabi terbesar itu yg ternyata disini telah dikalahkan oleh iman orang bukan Yahudi yaitu perwira romawi tadi.

Lukas 17:28  Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya."

Dalam perlombaan iman ternyata kebangsaan, agama bahkan jabatan rohani (nabi, rasul, gembala, penginjil, dan sejenisnya) tidak menjamin adanya iman yg besar. Bahkan akan terjadi iman yang terdahulu (besar) akan menjadi iman yg terkemudian (kecil) oleh karena iman yang tidak dipelihara.

Karena itu penting bagi kita untuk selalu menumbuhkan iman kita dengan cara mendengar atau membaca firman Kristus (alkitab). Supaya iman kita tambah hari bertambah besar dan kuat untuk menghadapi persoalan hidup ini dan mempersiapkan kita menghadap hadirat Tuhan bila sudah tiba waktunya.