Minggu, 27 Mei 2012

Pendeta Jim Bakker: Saya bersalah.


Saat mendengar pembebasan bersyarat saya (1993), saya menyelesaikan studi saya tentang semua kata-kata Yesus dalam Perjanjian Baru. Saya terkejut, setelah berbulan-bulan belajar, saya menyimpulkan bahwa tidak ada satu hal baik pun yang Yesus katakan tentang uang. Sebagian besar pernyataan Yesus tentang kekayaan, kemakmuran, dan mendapatkan hal material berada dalam konteks negatif. Bahkan “Anak yang hilang,” salah satu cerita favorit saya. Saya segera menyadari bahwa cerita dimulai dengan si bungsu berkata kepada ayahnya, “Berikan kepada saya !!! Beri kepada saya bagian warisan saya.” Lukas 15 : 12 — “ Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.” Dia bahkan tidak mengatakan, “Tolong beri aku.” Dia hanya menuntut. Tak lama, pemuda itu mendarat di kandang babi itu. Saya mulai melihat bahwa cara tercepat untuk masuk ke kandang babi dimulai dengan “Beri saya”.

Saya kagum akan wahyu “baru” itu, tapi di luar itu, saya sangat prihatin. Dampak sebenarnya dari kata-kata Yesus tentang uang yang mengenai pada hati dan pikiran saya, membuat saya menjadi mual. Saya salah. Saya salah !!! Salah dalam gaya hidup saya, tentu, tapi lebih mendasar, salah dalam pemahaman saya mengenai berita sejati Alkitab. Bukan saja saya salah, tapi apa yang saya ajar adalah kebalikan dari apa yang Yesus ajarkan. Itulah yang membuat hancur hati saya, ketika saya sadar bahwa saya benar-benar telah bertentangan dengan Kristus, saya merasa ngeri.

Selama bertahun-tahun saya telah menganut dan mendukung suatu injil yang oleh kaum skeptis telah dicap sebagai “Injil Kemakmuran.” Saya tidak keberatan dengan label itu, sebaliknya, saya malah bangga karenanya. “Anda benar !!!” Saya akan mengatakan kepada para pengkritik : “Saya mengkhotbahkan dan menghidupinya !!! Saya percaya pada Tuhan yang ingin memberkati umat-Nya. Lihat semua orang kudus yang kaya dalam Perjanjian Lama.! Dan Perjanjian Baru dengan jelas mengatakan bahwa di atas segalanya, Tuhan ingin kita makmur bahkan jiwa kita makmur. Jika jiwa Anda makmur, Anda harus makmur secara materi juga !!!

Saya bahkan sampai ke titik di mana saya mengajar orang di PTL. “Jangan berdoa,” Tuhan, jadilah kehendak-Mu, ‘ ketika Anda berdoa untuk kesehatan atau kekayaan. Anda sudah tahu itu adalah kehendak Allah bagi Anda untuk memiliki hal-hal itu. Meminta Tuhan untuk mengkonfirmasi kehendak-Nya ketika Dia sudah memberitahu Anda apa kehendak-Nya bagi Anda adalah sebuah ‘penghinaan’ terhadap Tuhan. Seolah-olah Anda tidak benar-benar mempercayai-Nya. Daripada berdoa ‘Jadilah kehendak-Mu’, kalau Anda ingin mobil baru, Anda tinggal mengklaimnya. Pastikan Anda berdoa secara spesifik dan katakan kepada Tuhan warna apa yang Anda inginkan juga.”

Sebuah arogansi !!! Sebuah kebodohan !!! Sebuah dosa !!! Alkitab mengatakan seharusnya kita tidak boleh memberanikan diri mengatakan seperti itu kepada Allah, tetapi kita harus mengatakan, “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Yakobus 4 : 15.

Saya mungkin tidak sebegitu mencolok tentang hal itu, tapi saya sering mengkhotbahkan ‘pesan kemakmuran’ di Heritage USA (tempat retreat) dan dalam program televisi kami PTL (Praise The Lord). Tapi ketika saya mulai mempelajari Kitab Suci lebih mendalam di penjara, sesuatu yang membuat saya malu dan malu untuk mengakui bahwa saya jarang mengambil waktu untuk mempelajari Kitab Suci karena kesibukan dalam melayani dan membangun PTL, saya sangat tertekan dengan apa yang saya temukan. Saya menyadari bahwa selama bertahun-tahun saya membantu menyebarkan suatu penipuan, bukan Injil yang benar, suatu injil yang lain !!! “Tuhan ingin Anda menjadi kaya” suatu injil yang menyatakan orang Kristen harus memiliki yang terbaik karena kita adalah anak-anak Allah, “Anak-Anak Raja”. Dan bukankah seharusnya anak-anak Raja memiliki yang terbaik yang ditawarkan dunia ini ?

Semakin saya mempelajari Alkitab, bagaimanapun, saya harus mengakui bahwa pesan kemakmuran tidak sejalan dengan Kitab Suci. Hati saya hancur saat berpikir bahwa saya telah menyesatkan begitu banyak orang. Saya sangat terkejut bahwa saya bisa begitu salah, dan saya sangat bersyukur bahwa Allah tidak memukul saya mati sebagaimana selayaknya seorang nabi palsu !!!

Bagaimana saya bisa mengajar dan bahkan menulis buku tentang subjek tentang “Bagaimana menjadi kaya” ketika Yesus berbicara begitu jelas tentang bahaya dari kekayaan duniawi ? Salah satu pernyataan Yesus yang terus menggema di kepala dan hati saya adalah dalam perumpamaan tentang penabur, di mana Yesus mengatakan bahwa “Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginannya akan hal yang lain masuklah dan menghimpit firman itu sehingga tidak tidak berbuah.” (Markus 4 : 19). Tipu daya kekayaan !!! Semakin saya memikirkannya, semakin saya harus mengakui bahwa saya telah jatuh ke dalam perangkap itu. Saya telah membiarkan pencarian harta benda dan tipu daya kekayaan dan nafsu untuk hal-hal materi menahan Firman Allah dalam kehidupan saya sendiri dan dalam kehidupan anggota keluarga saya dan rekan kerja saya.

Di penjara, saya memutuskan untuk menggali Kitab Suci lebih lanjut untuk melihat apa lagi yang Yesus katakan tentang uang. Saya melihat bahwa Dia berkata dalam Matius 6 : 19 - 21
6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Di bagian Alkitab lainnya, Matius 6 : 24 — “ Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Matius 6 : 31 - 33
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Dalam bagian yang sama, saya menemukan bahwa prioritas Allah itu jauh berbeda dari apa yang saya cari dahulu. Ajaran lain Yesus yang juga menegur langsung hati saya. Lukas 6 : 24 — “ Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.”

Matius 16 : 24 — “ Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Ayat ini secara dramatis menggambarkan secara kontras antara apa yang Yesus ajarkan dan apa yang telah saya ajarkan. Saya telah mengajarkan bahwa orang Kristen dapat memiliki yang terbaik dari kedua dunia, yang terbaik yang dunia ini tawarkan dan yang surga tawarkan. Yesus berkata, “Sangkallah dirimu sendiri.”

Di dalam sel, saya mempelajari Alkitab sampai larut malam. Seringkali saat matahari terbit di ufuk timur, saya masih meneliti Kitab Suci. Semakin saya mempelajarinya, semakin saya harus menghadapi kenyataan mengerikan: Saya telah mengkhotbahkan doktrin palsu selama bertahun-tahun dan bahkan saya tidak mengetahuinya !!!

Tragisnya, saya sudah terlambat, untuk mengakui pada PTL bahwa saya telah melakukan hal yang berlawanan dengan yang Yesus ajarkan yaitu saya mengajarkan orang untuk jatuh cinta dengan uang. Yesus tidak pernah menyamakan berkat-berkat-Nya dengan hal-hal materi, tapi saya telah melakukan hal itu. Saya telah meletakkan begitu banyak penekanan pada hal-hal materi, saya secara halus mendorong orang untuk menempatkan hati mereka pada hal-hal materi, daripada kepada Yesus.

Saya mulai berbagi beberapa hal yang saya pelajari dengan beberapa narapidana Kristen. Saya terkejut oleh tanggapan mereka. Alih-alih menjadi gembira bahwa saya akhirnya datang ke sebuah pengetahuan tentang kebenaran, mereka terkejut bahwa saya mengingkari apa yang mereka anggap sebagai prinsip-prinsip rohani yang jelas yang diajarkan oleh hamba-hamba Allah yang tulus.

“Ya, tetapi bukankah Yesus juga mengatakan bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup yang berkelimpahan ?” tanya David, seorang yang mendukung teologi kemakmuran. Kami beralih ke Yohanes 10:10 dan membaca, “Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan bahwa mereka mungkin memiliki lebih berlimpah.” Itu adalah pernyataan yang luar biasa oleh Yesus sendiri, jadi aku bisa dengan mudah melihat bagaimana David mengaitkannya dengan kemakmuran material. Ketika kami mencari kata-kata dalam kamus bahasa Inggris - Yunani, bagaimanapun, kami menemukan bahwa kata Yunani untuk “hidup” digunakan dalam ayat ini adalah zoe, sebuah kata yang menunjukkan “hidup dalam roh dan jiwa” bukan bios dunia yang digunakan untuk mengacu ke fisik, kehidupan material. Dari dua kata, zoe biasanya dianggap kata, lebih mulia lebih tinggi. Pada dasarnya, Yesus berkata, “Saya ingin Anda untuk memiliki hidup yang berkelimpahan dalam roh, yang tertinggi dan terbaik untuk Anda.”

“Hei, ayat yang ini tidak ada hubungannya dengan kemakmuran materi,” kata David, seperti cahaya yang menghidupkan hati dan pikirannya. “Jika hidup berkelimpahan berarti memiliki rumah, mobil, kekayaan, pesta dan hiburan, maka saya kira dunia sedang mengalami hidup yang berkelimpahan Namun, kita memiliki lebih banyak kebencian, penyakit, dan rasa sakit dari sebelumnya..” “Tidak hanya itu,” seru Jorge, seorang pria Spanyol dengan senyum lebar yang telah masuk ke sel saya dan sedang bersandar berlawanan dengan ranjang sambil mengawasi David dan saya mencari melalui buku-buku referensi Alkitab, “Tetapi jika Anda mengukur betapa Tuhan mengasihi Anda dengan berapa banyak uang yang Anda miliki, atau apa jenis mobil yang Anda kendarai, atau seberapa besar rumah Anda tinggal, apa yang terjadi ketika semua hal-hal itu lenyap ?”

Malam harinya sepulang kerja, David dan Jorge sudah kembali. David telah berbicara dengan pacar Kristennya di telepon sore itu dan ia berkata kepadanya, “Tentu saja Tuhan ingin kita makmur, David. Kau tahu. Alkitab bahkan mengatakan demikian dalam 3 Yohanes 1 : 2.” Aku tahu ayat itu dengan baik. Jelas ayat favorit saya “ayat kemakmuran” selama bertahun-tahun, itu adalah ayat utama Perjanjian Baru di mana saya telah membangun pesan kemakmuran saya dan gaya hidup. Ayat ini berbunyi : “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau makmur dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu makmur.” Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth (King James Version).

Saya telah mengkhotbahkan ayat ini untuk sebagian besar pelayanan saya. Dikatakan persis apa yang saya percaya – bahwa Tuhan ingin umat-Nya makmur, dan saya mengartikan itu berarti makmur secara finansial dan material, dengan kata lain, untuk menjadi kaya. Sekali lagi, saya tidak pernah benar-benar memeriksa arti sebenarnya dari teks tersebut, dan aku tidak pernah serius mempertimbangkan mengapa ayat ini, pada permukaan bagaimanapun, tampaknya bertentangan dengan begitu banyak dari apa yang Perjanjian Baru katakan di tempat lain. Aku hanya menarik ayat ini keluar dari konteks dan mengartikannya – secara harfiah !!!

“Aku tiba-tiba teringat salah satu dosen Alkitab saya yang memperingatkan saya untuk tidak pernah untuk mencari kata-kata Alkitab dalam sebuah kamus bahasa Inggris, karena kata-kata mungkin memiliki arti yang sama sekali berbeda daripada di Alkitab bahasa aslinya. Aku menarik kamus Alkitab dan leksikon Yunani dari rak. Kami melihat arti dari kata’ makmur’. Kami menemukan kata yang diterjemahkan “kesejahteraan” dalam King James Version dari Alkitab berasal dari eudoo, kata Yunani, yang terdiri dari dua kata akar Yunani, eu, yang berarti “baik,” dan hodos, yang berarti “jalan, atau rute, kemajuan, atau perjalanan.” Kami tidak menemukan referensi tunggal dalam bahasa Yunani untuk uang, kekayaan atau keuntungan materi dari kata makmur seperti yang diterjemahkan dalam King James Version.

Rasul Yohanes hanya berkata, “Saya berharap Anda memiliki sebuah perjalanan yang baik, aman, dan sehat sepanjang hidup Anda, bahkan ketika jiwa Anda memiliki perjalanan yang baik dan aman ke surga.” Yohanes tidak mengatakan “Di atas segalanya, saya ingin Anda menjadi kaya Di atas segalanya, Anda harus makmur dan menghasilkan uang...” Pernyataan itu bahkan tidak terpikir dalam arti sebenarnya dari ayat itu.

Rasul Yohanes mengatakan sesuatu yang sangat mirip ketika ia berkata, “Saudaraku yang terkasih, aku berharap atas segala sesuatu supaya engkau beruntung dan berada dalam kesehatan, bahkan seperti jiwamu.” Itu, ucapan keinginan doa dari rasul, bukan prinsip menyarankan orang Kristen harus kaya.

Saya telah menggunakan ayat ini sendiri dalam banyak hal dan pesan yang saya kothbahkan di kitab Ulangan 8 : 18 — “ Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”

Pada pandangan pertama, ayat itu tampaknya mendukung gagasan bahwa Allah adalah yang memberikan kita kekuatan untuk menjadi kaya. Ketika David dan saya membaca ayat dalam konteks keseluruhan Ulangan 8 : 1 - 18, bagaimanapun, itu mengambil arti yang berbeda. Kami menyadari bahwa apa yang sebenarnya Allah katakan kepada umat-Nya dalam bagian ini adalah, “Ketika Aku membawa kamu keluar dari Mesir ke Tanah Perjanjian dan kamu menikmati berkat-berkat yang telah Aku berikan kepadamu, jangan berpikir bahwa kamu telah berhasil karena kekuatanmu sendiri. Jangan katakan bahwa itu adalah kekuatanmu sendiri, bahwa kamu melakukan semuanya ini sendiri.” Tuhan kemudian memperingatkan umat-Nya untuk mengingat bahwa Dia adalah layak menerima kemuliaan. Apa yang Tuhan ingin katakan adalah “Ketika kamu masuk ke Tanah Perjanjian, jangan lupa siapa yang membawamu ke sana dan memberikan kepadamu segala sesuatu yang kamu miliki.”

David dan saya menggali kata-kata dalam bagian ini, terutama melihat pada kata diterjemahkan kekayaan. Dengan melihat ‘kekayaan’ dalam leksikon Ibrani, kami menemukan bahwa kata itu berasal dari ‘chayil’ kata Ibrani yang digunakan 232 kali dalam Perjanjian Lama. Dalam hampir setiap kasus, kata tersebut dimaksudkan untuk menyiratkan, “kekuatan, kekuasaan, kemampuan, kebajikan, keberanian,” dan, oh, ya: “kekayaan.” Hal yang paling sering digunakan adalah untuk menggambarkan pria dan wanita yang gagah berani dan tentara.

Seperti David dan saya membaca bagian dengan pemahaman baru, kami menyimpulkan bahwa Tuhan tidak mengatakan, “Aku adalah yang memberikan kekayaan.” Apa yang benar-benar Dia katakan adalah: “Ingat, Tuhanlah yang telah memberimu kekuatan untuk menerima semua yang kamu miliki, Dialah yang telah memberimu kekuatan. Dia adalah Tuhan yang telah memberimu rumah, tanah, atau lainnya.. harta.”

Saya mengakui, di masa lalu saya telah menggunakan ayat ini untuk membuatnya terdengar seolah-olah itu kehendak Tuhan untuk membuat semua orang kaya dan jika salah satu dari umat-Nya yang miskin itu mungkin karena kurangnya iman atau tidak menerapkan “formula” Alkitab dengan benar. Itu penafsiran yang tidak benar dari bagian itu. Ya, sebenarnya Allah yang memberikan kita kekuatan untuk menerima semua yang kita miliki, tetapi untuk menganggap bahwa Dia ingin semua umat-Nya untuk menjadi kaya berdasarkan Alkitab ini merupakan suatu usaha pelegitimasian yang tidak benar terhadap kebenaran itu.

Setelah David dan saya mempelajari Alkitab tentang kekayaan materi, ia menjadi yakin bahwa Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah menginginkan kita untuk menjadi kaya harta benda. “Tapi Jim, bukankah Tuhan ingin memberkati umat-Nya?” Tanya David. “Tentu saja,” jawabku, “Tapi kita tidak harus memutar ke dalam Alkitab ke dalam mengatakan sesuatu yang tidak tepat. Ada banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang memberitahu kita bahwa Allah akan menyediakan bagi kita, dan sebagai kita menghormati Dia dengan menggunakan sumber daya yang Dia berikan kepada kita untuk kemuliaan-Nya, Dia akan terus mencurahkan berkat-berkat yang lebih besar atas kita.” (Bakker kemudian mengutip Maleakhi 3 : 10 - 11, 2 Korintus 9 : 6)

Allah telah berjanji untuk memberkati orang-orang yang mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Prinsip ini tidak pernah berubah. Saya masih percaya bahwa Tuhan memberkati umat-Nya dan akan memenuhi kebutuhan mereka. Tuhan tidak ingin kita menyamakan uang hanya dengan kesalehan. Bahkan, Rasul Paulus berkata bahwa dalam 1 Timotius 6 : 3, 5 - 6
6:3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat -- yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus -- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,
6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.
6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar
Untuk pertama kalinya, aku mulai benar-benar mengerti apa yang Paulus maksudkan ketika ia menulis : 1 Timotius 6 : 8 - 11
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Selama bertahun-tahun saya mengomentari bagian Alkitab itu. Saya mengabaikannya, membuat alasan untuk itu, atau mencoba untuk memberi penjelasan yang berbeda. Saya menolak untuk menerima penafsiran yang benar. Sekarang saya melihat bahwa pesan itu benar ada sepanjang waktu, sehingga jelas bahwa seorang anak kecil bisa melihat dan memahaminya. Saya salah !!!

Saya telah mempengaruhi begitu banyak orang untuk menerima “pesan kemakmuran,” Saya sekarang merasa bahwa saya punya tanggung jawab untuk memberitahu teman-teman saya apa yang saya telah pelajari dari studi saya di Alkitab. Beberapa orang terkejut saat mengetahui saya – orang yang mereka anggap sebagai penyebar utama pesan kemakmuran – telah mengingkari pengajaran saya sebelumnya. Lainnya menulis tentang saya dengan sangat senang bahwa saya “akhirnya telah melihat terang.”

Saya tahu apa yang Tuhan telah dengan sangat jelas tunjukkan kepada saya dari Firman-Nya. Saya telah mempelajari setiap kata Yesus selama dua tahun, dan saya yakin bahwa pesan kemakmuran adalah suatu penyimpangan dan paling buruk, suatu “injil lain” yang berlawanan dengan Injil Yesus Kristus. Meskipun saya masih percaya Tuhan memberkati umat-Nya, pesan kemakmuran yang telah saya khotbahkan selama bertahun-tahun itu salah.

Catatan :
Pendeta Jim Bakker adalah seorang tele-evangelist yang terkenal dengan acara televisinya PTL (Praise the Lord)

Sabtu, 14 April 2012

BAGAIMANA SETAN MENGHENTIKAN DOA KITA bagian 2

Dan jika orang gigih dalam doa seperti ini dan mengizinkan dirinya untuk dipimpin oleh Roh Kudus terus dan terus. Maka di dalam dunia roh terjadi seperti tipe doa ketiga. Api tersebut menghantam batu karang dan meleleh. Dan orang ini berkata bahwa ketika batu itu meleleh, itu sangat panas, tidak ada roh iblis yang sanggup berdiri di dekat situ dan tidak ada roh manusia yang tahan berdiri di situ. Mereka semua pergi, mereka semua melarikan diri.

Di sana terjadi sebuah pembukaan dunia roh. Dan ketika itu terjadi, semua masalah dalam doa berhenti. Orang yang sementara berlutut berdoa tiba-tiba merasa doanya sangat lembut, sangat penuh sukacita, sangat fokus dan berkuasa. Dan saya telah menemukan keadaan yang terjadi pada saat itu, secara normal kami kehilangan akal sehat akan waktu dan hal lainnya. Bukan berarti kami bertindak tanpa arah. Allah mengambil alih waktu kita. Tetapi itu seperti engkau menyerahkan segalanya, dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Orang ini berkata bahwa ketika doa telah mencapai tahap itu, saat itu juga tidak ada lagi halangan untuk membuatnya terganggu, sukacitanya menjadi penuh dan ia dapat meneruskan doanya sepanjang ia mau. Tidak ada yang dapat menghentikannya.

Lalu ia melanjutkan bahwa setelah ia menyelesaikan doanya, lubang dari selimut itu pun terbuka, ia berkata bahwa orang itu ketika mereka bangkit dari tempat doa mereka, dan berjalan keluar, lubang yang terbuka itu tetap mengikuti mereka dan berpindah ke manapun mereka pergi. Mereka tidak lagi beroperasi di bawah selimut, namun beroperasi di bawah kendali Kerajaan Allah yang terbuka bagi mereka. Lalu ia menyatakan bahwa iblis tidak dapat melakukan apa yang menjadi keinginannya terhadap mereka, dan Hadirat Allah adalah seperti pilar yang menyangga hidup hidup mereka. Mereka terlindungi, dan ada banyak kuasa di dalam pilar tersebut. Ketika mereka berpindah ke satu tempat Hadirat itu mengikuti mereka dan menyentuh orang lain. Itu terlihat sebagaimana apa yang telah musuh lakukan pada orang lain. Dan ketika mereka berbicara kepada orang dan orang itu berdiri dengan mereka, mereka datang ke dalam pilar. Selama mereka menetap di dalam pilar, semua ikatan iblis menjadi lemah.

Jadi ketika orang-orang ini telah mengalami suatu terobosan doa di dalam iman dan Roh. Ketika mereka memberitakan Yesus kepada orang berdosa, kuasa iblis akan orang itu menjadi lemah. Dan sangat mudah untuk membawa mereka keluar dari pinggir jurang maut. Ketika mereka berdoa pada orang sakit atau berdoa mengenai suatu hal. Hadirat Allah yang mana ada di situ, membuat segala sesuatu berbeda. Dan ia katakan bahwa iblis membenci orang demikian, juga jika ada tempat dimana doa secara teratur didoakan secara fokus dan sungguh-sungguh, hadirat Allah datang pada tempat itu dan tidak pergi. Jadi, bahkan orang yang tidak mengenal Allah sekalipun, ketika mereka datang ke tempat itu, semua kuasa iblis melemah. Perbudakan yang ada pada mereka melemah.

Dan jika seseorang peduli dan menginjili mereka secara sabar dan penuh kasih, mereka dapat dengan mudah ditarik keluar dari perbudakan iblis, bukan dengan kekuatan atau keperkasaan melainkan karena Roh Allah yang hadir di situ melalui kasihmu akan orang itu. Dan juga ia berkata, jika tidak ada satu pun peduli terhadap orang-orang itu, mereka masuk ke Hadirat-Nya, mereka mulai merasa dinyatakan bersalah, dan mulai berdebat apakah untuk mengalah atau tidak, tetapi jika mereka tidak ditarik keluar dari perbudakan, ketika mereka keluar dari Hadirat-Nya ikatan itu akan semakin kuat, dan iblis akan mengupayakan cara terbaiknya untuk tidak mengizinkan mereka kembali ke lingkungan seperti itu lagi.

Engkau dapat membayangkan, kami sedang duduk melihat orang ini. Ia sedang mengatakan kepada kami hal-hal yang biasanya ia gunakan dan hal-hal yang biasanya ia lihat. Kemudian ia berkata kepada kami apa yang biasanya dilakukan oleh iblis kepada orang-orang yang telah mengalami suatu terobosan di dalam doa yang penuh Iman dan di dalam Roh dan Kebenaran. Ia  berkata bahwa iblis menandai orang-orang seperti itu; mereka pelajari orang-orang seperti itu. Mereka menggali segalanya yang mereka dapat temukan mengenai orang tersebut. Jadi mereka mengetahui kelemahan-kelemahannya, dan ketika ada iblis yang tahu cara mengatasi orang tersebut dalam Doanya yang benar dalam Imannya, mereka akan memberitahukan iblis lain dan berkata, “Arahkan dia dalam hal ini dengan ini dan dengan ini. Ini adalah kelemahan-kelemahannya.” Jadi ketika orang ini keluar dari ruang doa, Roh dari doa itu ada padanya, Hadirat Allah ada padanya, rohnya sangat semangat, dan Sukacita dari Allah adalah kekuatannya. Sebagaimana ia berjalan dan berada dalam situasi ini, iblis mulai membuat suatu pengalihan agar perhatian dari orang ini teralih, untuk tidak fokus kepada Allah.

Jika kelemahannya ada pada area yang berhubungan dengan kemarahan, maka iblis pun akan membuat orang untuk membuat sesuatu hal padanya, yang mana membuatnya sangat marah dan benar-benar marah. Dan jika ia tidak peka terhadap Roh Kudus, dan ia mengizinkan dirinya untuk masuk ke dalam kemarahan itu, ia telah mengalihkan pandangannya dari Yesus. Ia mulai marah, ia mulai merasa marah, dan setelah beberapa menit kemudian, ia ingin menjauhkan itu dari hadapannya dan berpindah dalam Sukacita Allah, tetapi ia tidak dapat merasakannya lagi. Ia berusaha untuk merasa baik lagi tapi tidak merasakannya lagi. Mengapa? Sebagaimana ia telah jatuh di dalam pencobaan, iblis bekerja keras untuk menutup pintu di atas. Dan sekali mereka mengembalikan batu karang yang telah meleleh, maka hadirat Allah tertutup. Orang tersebut masih tetap menjadi anak Allah, dan status itu tetap bertahan sepanjang hidupnya semenjak ia terima Tuhan Yesus sebagi Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Hadirat Allah, yang mana penuh sukacita tadi, hanya diputus.  Iblis mencari celah di mana kelemahan mereka berada.

Jika pencobaannya itu berada dalam hal-hal yang berhubungan dengan hal seksual, iblis akan mempersiapkan perangkap apapun di sekitar orang itu, apakah itu manusia, saat, situasi, dan sesuatu yang dapat dengan tiba-tiba membawa orang itu ke dalam hasrat yang tak terkendali dan berujung ke dalam pencobaan. Jika orang menyerah terhadap pencobaan ini, membuka pikiran untuk mengumbar apa yang dilihatnya dan menikmatinya, dan ketika selesai mengumbar itu dan ia ingin kembali ke jalan yang tadi ia tempuh, maka ia baru saja menemukan bahwa ia sudah tidak ada lagi di situ. Mungkin engkau akan berkata, “Ini tidak adil.” Ingatlah apa yang dikatakan Alkitab mengenai Perlengkapan Senjata Allah kenakanlah Ketopong Keselamatan sebagai pelindung kepalamu, dan Baju Zirah Keadilan sebagai pelindung tubuhmu dari panah- panah api si Jahat. Secara normal itu tidak terlihat namun jika kita berdoa setiap waktu di dalam Roh dan Kebenaran, maka kita mengenakannya setiap saat. Sebagaimana juga yang Yesus katakan dalam Doa Bapa Kami, “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat”

Setiap saat ketika engkau sudah mengalami suatu terobosan dan kelepasan di dalam doa dengan iman yang teguh, pada saat engkau selesai berdoa, ingatlah engkau masih manusia yang lemah dan bisa jatuh kapan saja. Ingatlah juga bahwa engkau belum sempurna. Setelah itu, mari berdoalah pada Tuhan seperti begini, “Tuhan Yesus, saya sungguh menikmati waktu doa ini, tapi ketika saya melangkah ke luar ke dalam dunia ini, tolong jangan pimpin saya masuk ke dalam pencobaan, tolong jangan mengizinkan saya berjalan ke perangkap iblis, ada banyak perangkap iblis di luar sana Tuhan. Saya tidak tahu jalan mana yang harus saya pilih. Dan saya tahu saya masih lemah pada area tertentu. Saya akan menyerahkan hidup saya pada-Mu untuk Engkau pimpin Tuhan, lindungilah saya Tuhan Yesus, ketika engkau melihat saya melangkah ke arah perangkap, pegang tangan saya Tuhan, jangan biarkan saya mengarah ke situ, arahkanlah saya Tuhan. Campur tanganlah dalam hidup saya. Jangan biarkan saya melangkah dalam kekuatan dan kemampuan saya. Jauhkanlah saya dari yang jahat. Terpujilah nama-Mu ya Yesus Tuhan Juruselamat hidup saya. Dalam Nama Yesus saya serahkan doa ini ke dalam Tangan-Mu, Haleluya Amin.”

Allah sanggup melakukan segala hal. Ia selalu mampu, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Apapun yang terjadi, yang harus engkau ucapkan ialah “Terima Kasih, Yesus” Itulah mengapa Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, “Berterima Kasihlah kepada Tuhan untuk segalanya karena itu adalah kehendak Allah dalam Yesus untukmu” Beberapa hal adalah buruk adanya. Sungguh menyakitkan, dan kita berpikir mengapa Allah mengizinkan hal itu? Tetapi jika kita tahu Ia telah menderita dan mati buat kita, maka kita akan bersyukur dalam segala hal. Ketika kita belajar untuk mempercayai Allah, kita hanya perlu untuk mengucap syukur dan berterima kasih dalam segala hal.

Saudara-saudari yang saya kasihi dalam Yesus, saya tidak tahu bagaimana untuk menjelaskannya lebih dalam lagi, karena saya tidak ingin memulai sesuatu yang tidak dapat saya selesaikan. Izinkan saya mengambil satu langkah maju. Dan orang ini berkata bahwa jika doa sanggup menghancurkan batu karang seperti itu, jawabannya akan selalu datang. Ia berkata ia tidak tahu masalah mengapa doa yang sanggup menghancurkan batu karang itu dan jawabannya tidak segera datang. Tetapi ia berkata jawabannya selalu akan datang, tetapi dalam banyak kasus, jawaban doa itu tidak akan sampai pada yang meminta. Mengapa? Ada pertempuran di udara, ia mengatakan sepanjang mereka sukses membuat orang untuk memutuskan Hadirat Allah, dan batu karang itu dipulihkan, mereka mengawasi orang tersebut, mereka menunggu, iblis menunggu, mereka tahu jawaban pasti akan segera datang.

Kemudian orang ini berbicara sesuatu yang sungguh mengguncang iman saya. Itu karena pada bagian selanjutnya ia menceritakan bahwa saya pergi berpuasa selama sepuluh hari dan mengatakan Tuhan apakah ini benar? Dapatkah Engkau membuktikannya untukku? Orang ini berkata setiap orang percaya memiliki seorang malaikat yang melayaninya. Sekarang kita tahu  Alkitab mengatakan bahwa malaikat-malaikat melayani roh untuk kita. Ia berkata bahwa ketika seseorang berdoa, jawaban itu datang di tangan malaikat. Malaikat itu membawa jawaban seperti yang dapat kita baca dalam kitab Daniel. Kemudian ia mengatakan sesuatu yang sungguh keras; jika seseorang yang berdoa tahu Perlengkapan senjata Allah dan sedang dipakai mereka, jawaban mereka datang dari malaikat yang juga mengenakan perlengkapan yang sama.

Jika seseorang tidak peduli mengenai Perlengkapan senjata Allah, malaikat mereka datang tanpa Perlengkapan juga. Jika seorang Kristen tidak peduli dengan jenis pikiran apa yang datang di kepala mereka. Mereka tidak melawan pertempuran itu di kepala mereka, malaikat mereka datang tanpa menggunakan helm. Apapun Perlengkapan Senjata Allah yang engkau tolak di bumi, malaikat yang melayanimu tidak memiliki itu juga. Dengan kata lain, Perlengkapan Senjata kita tidak melindungi tubuh fisik kita, melainkan melindungi kita dari ancaman-ancaman dalam dunia roh.

Orang ini berkata, ketika malaikat datang, iblis akan melihat dan mencari area mana yang tidak tertutupi, dan area itu yang akan diserang. Jika ia tidak memiliki helm mereka akan menembak dan menusuk kepalanya. Jika ia tidak memiliki pelindung dada, mereka akan menembak dadanya. Jika ia tidak memiliki sepatu, mereka akan membuat api dan ia akan berjalan dalam api. Sekarang saya hanya mengulang apa yang orang ini katakan. Sebenarnya, kami bertanya kepadanya, “Dapatkah malaikat merasakan api?” dan engkau tahu apa yang ia katakan kepada kami? Ingat ini adalah dunia roh. Ini adalah roh yang berhadapan dengan roh dan pertempuran ini sangatlah intensif, dan jika mereka melumpuhkan malaikat Allah, hal pertama yang menjadi incaran mereka ialah jawaban yang ia bawa, dan mereka mengambil itu darinya, itulah mengapa mereka memberikan itu kepada pemujaan-pemujaan, penyihir-penyihir, dan orang akan berkata, “saya memperoleh ini karena sihir saya; saya peroleh ini dari dukun”

Ingatlah apa yang dikatakan Alkitab dalam kitab Yakobus? Semua hal baik berasal dari Allah. Jadi dari mana iblis-iblis memperoleh hal-hal yang ia berikan kepada orang-orangnya? Beberapa orang tidak dapat memiliki anak, mereka pergi ke dukun, dan ahli-ahli sihir, dan mereka hamil! Jadi dari mana iblis memperoleh hal-hal yang ia berikan kepada orang-orangnya? Apakah setan pencipta? TIDAK! Ia mencurinya dari orang yang tidak berdoa hingga mendapatkannya. Yesus berkata, “Berdoalah tanpa henti” dan kemudian ia melanjutkan, “Tetapi jika Anak Manusia datang apakah Ia akan menemukan Iman di bumi?” Apakah Ia akan menemukanmu menunggu jawaban-Nya dengan terus berdoa? Ataukah engkau akan menyerah dan iblis akan mencuri jawaban doamu?

Kemudian orang ini berkata bahwa mereka tidak hanya puas mencuri jawaban doa. Mereka juga tertarik dalam menghalangi malaikat dan bertempur dengannya. Kadang mereka berhasil lalu menahan dan mengikat malaikat tersebut. Ia melanjutkan, ketika itu terjadi, orang Kristen adalah korbannya di bumi. Mereka dapat berbuat apa saja kepada orang Kristen itu karena ia secara total telah meninggalkan pimpinan Roh Kudus.

Saya berkata kepadanya, “Apakah maksudmu seorang malaikat dapat ditawan pasukan iblis?” Orang ini bahkan tidak tahu ayat Alkitab selama ia memberitakan kesaksian ini. Ia tidak tahu banyak ayat. Ia hanya membagikan pengalamannya. Dan ia berkata, mereka tidak dapat menahan malaikat terlalu lama karena orang percaya yang lainnya yang mengasihinya berdoa dari tempat lain, dan bala bantuan akan segera datang, dan malaikat itu akan bebas. Jika orang percaya yang bertanggung jawab tidak berdoa, maka malaikat itu akan tetap tertawan. Kemudian iblis akan mengirimkan malaikatnya sebagai malaikat terang, dan itulah saat dimana terjadi penipuan. Penglihatan yang penuh tipu, dan nubuat-nubuat palsu. Tuntunan yang salah, dan pengambilan keputusan-keputusan yang salah dalam segala hal. Dan banyak kali orang ini terbuka dari berbagai jenis serangan dan perbudakan iblis.

Lalu saya bertanya kepada Tuhan. Saya meninggalkan makan malam itu dengan gelisah dan tidak tenang. Saya berkata, “Tuhan, saya tidak ingin bahkan berusaha untuk mempercayai hal ini.” Itu menyingkirkan semua kepercayaan diri saya, keamanan saya. Ketika saya pergi untuk mencari Tuhan, itu adalah sepuluh hari, Tuhan melakukan dua hal. Ia tidak hanya membenarkan hal yang saya dengar, Ia membuka pikiran saya untuk melihat lebih banyak dari orang ini tentang apa yang terjadi di dunia roh. Dan kedua, Ia memimpin saya untuk melihat apa yang seharusnya kita lakukan pada segala hal yang terjadi supaya kita tidak dikuasai, melainkan kita dapat menguasai. Dan kita perlu mengetahui tiga hal, dan benar-benar sadar akan ketiga hal ini.

Pertama: bagaimana cara bertempur dengan senjata-senjata rohani kita dalam pertempuran di dunia roh. Alkitab menyebutnya Perlengkapan Senjata Allah. Itu bukan perlengkapan perang kita; itu perlengkapan perang milik Allah. Ketika kita menggunakannya, kita mengizinkan Allah bertempur menggunakan kita. Kedua: kita harus mengerti hubungan dari pelayanan roh yang dikerjakan malaikat untuk kehidupan rohani kita. Dan menjadi peka terhadap apa yang terjadi di dalam hati sebagai tuntunan untuk perlu mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia roh mengenai kita, yang mana membawa kita ke hal yang Ketiga: yaitu Roh Kudus.

Roh Kudus tidak datang kepada kita sebagai pembantu, melayani kita, dan membawa suatu hal kepada kita. Ia tidak pulang balik kepada Bapa dan mengatakan kepada-Nya apa yang kita perlukan. Itu adalah pekerjaan malaikat-malaikat. Tetapi Ia berdiri di sisi kita. Melakukan apa? Menuntun kita, mengajar kita, menolong kita untuk berdoa dengan cara yang benar. Dan ketika hal ini terjadi di dunia roh, Ia mengatakan kepada kita, kadang ia membangunkanmu di malam hari dan berkata, “Berdoalah” engkau mengatakan, “Tidak, belum waktunya.” Dan Ia berkata, “Berdoa sekarang.” Mengapa? Ia melihat apa yang terjadi dalam roh. Kadang juga ia berkata, “Besok harus berpuasa” kemudian engkau menjawab, “Oh tidak, saya akan mulai hari senin!” Ia mengerti apa yang terjadi dalam dunia roh. Kita harus belajar untuk peka terhadap Roh Kudus. Ia menuntun kita pada jalan yang benar. Saudara saudariku yang terkasih dalam Tuhan Yesus, kita harus berhenti di sini. Mungkin besok pagi kita dapat berbicara mengenai bagaimana kita dapat berdoa dengan tipe doa ketiga, mengetahui pertempuran di dalam roh, dan bagaimana kita dapat mencapai suatu terobosan untuk melelehkan batu karang, serta bagaimana mempertahankan doa kita seperti itu. Dan sekali kita mempelajari ini, itu akan menjadi hal yang menyenangkan dan penuh sukacita. Kemudian kita akan belajar satu hal: Pertempuran ini bukanlah milik kita; pertempuran ini milik Tuhan Yesus! Segala Kemuliaan hanya bagi-Nya, Terpujilah Nama Yesus dari kekal hingga kekal! Haleluya

Mari berdirilah teguh. Kenakanlah seluruh Perlengkapan Senjata Allah. Lihatlah seseorang di sekelilingmu dan bantulah mereka yang kehilangan, apa yang Allah mau bagi hidup mereka. Beritakanlah Kristus kepada mereka dan berdoalah bagi mereka. Yesus yang memberi Kuasa, berdoalah bagi keluargamu dan orang orang di sekitarmu yang membencimu maupun yg mengasihimu. Kasihilah mereka sebagaimana Kristus juga telah mengasihimu dan ajarlah mereka untuk mengenal-Nya lebih lagi. Kuatkanlah hati mereka dan berkata, “Mari kita bangkit! Dengan Kuasa di dalam Yesus kita sanggup mengatasi segala hal.” Bawa mereka kepada Yesus, dan akuilah dosa-dosamu di hadapan-Nya. Bertobatlah, waktunya sudah semakin sedikit, Yesus akan segera datang. Persiapkanlah dirimu, ia tidak menunggu sampai ambisi-ambisi pribadimu tercapai, Percayalah Ia akan datang segera. Kasih-Nya tiada berkesudahan datanglah kepada-Nya selagi masih ada waktu. Kiranya Kasih Karunia dan Damai Sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan Yesus, dengan Kuasa Roh Kudus, menyertaimu dan memberimu kekuatan sampai selama-lamanya.

Amin

Translated to Indonesian by Brian Sahuleka immoveablerock@gmail.com

Kamis, 12 April 2012

BAGAIMANA SETAN MENGHENTIKAN DOA KITA

PERTEMPURAN DALAM DUNIA ROH

oleh John Mulinde, Obsteig (Austria) November, 2000 www.DivineRevelations.info/indonesia

Saya akan membagikan sebuah kesaksian untukmu dari seseorang yang telah diselamatkan dan dari seseorang yang juga telah melayani iblis. Dan ketika orang tersebut membagikan kesaksiannya, itu sangat mengguncang saya, dan saya tidak ingin mempercayainya. Saya harus berpuasa selama sepuluh hari di hadapan Tuhan, lalu saya bertanya, “Tuhan apakah ini benar?” dan pada saat itu juga Tuhan mulai memberitahu kepada saya apa yang sebenarnya terjadi dalam dunia roh ketika seseorang berdoa. Orang ini lahir setelah orangtuanya mempersembahkan diri mereka ke lucifer. Ketika ia masih di dalam kandungan, mereka mengadakan berbagai macam ritual untuk mempersembahkan dirinya melayani lucifer. Ketika ia berumur empat tahun, ia mulai berlatih menggunakan kuasa gelap. Dan orangtuanya mulai takut padanya. Sedangkan pada umur enam tahun ayahnya menyerahkannya kepada seorang penyihir untuk dilatih. Setelah sepuluh tahun, ia telah menjadi hebat dalam ilmunya dan melakukan hal besar untuk kerajaan setan. Ia pun ditakuti oleh penyihir-penyihir biasa.

Ia adalah seorang anak kecil, tapi ia sangat mengerikan dengan hal yang dibuatnya. Ketika genap berumur dua puluh tahun, banyak sekali pertumpahan darah yang dilakukan dengan tangannya. Ia membunuh sesuka hati.

Ia mempunyai kemampuan untuk keluar dari tubuhnya melalui meditasi. Dan dapat mengangkat tubuhnya. Kadang ia dapat mengangkat tubuhnya dan menetap di udara. Kadang juga dalam keadaan setengah sadar ia keluar dari tubuhnya, tubuhnya tetap di tempat tapi jiwanya mengelilingi dunia seperti halnya penjelajahan luar angkasa dalam waktu yang singkat. Orang ini digunakan setan untuk menghancurkan banyak gereja, menjatuhkan gereja, dan mengadu domba pendeta-pendeta.

Suatu hari ia ditugaskan untuk menghancurkan gereja yang sangat tekun berdoa. Ada begitu banyak divisi di gereja ini dan banyak yang kebingungan. Dan ia mulai melancarkan aksinya. Pada saat itu juga, pendeta menyuruh semua jemaat untuk berpuasa. Pada saat jemaat mulai berpuasa ada banyak sekali pertobatan dan pemulihan. Setiap orang mulai berkumpul bersama dan berdoa mengucap syukur atas pekerjaan Tuhan di tengah-tengah mereka dan terus menerus memohon dan berseru, kasihani kami Tuhan dan jadilah kehendak-Mu atas hidup kami. Dan pada saat hari itu berlalu, esoknya ia datang lagi menyerang dengan wujud roh iblis. Hal itu dilakukan lagi dan lagi tanpa henti pada gereja itu. Tetapi ada suatu nubuat yang datang dan mengatakan bahwa orang Pengikut Kristus harus bangkit dan berperang melawan kuasa roh jahat yang menyerang gereja.

Jadi suatu hari, orang ini meninggalkan tubuhnya di kamar dan pergi menjelajah. Ia memimpin suatu angkatan roh jahat untuk melawan gereja. Sekarang inilah kesaksiannya, rohnya melayang di udara tepat di atas jemaat dan berusaha untuk menyerang, tetapi ada Cahaya yang melindungi mereka. Tiba-tiba, pasukan tentara Malaikat datang menyerang mereka dan terjadi pertempuran di udara, dan semua roh jahat melarikan diri, tetapi ia tertawan oleh malaikat-malaikat ini.

Ia melihat dirinya ditahan oleh kira-kira enam Malaikat, dan mereka membawanya tepat di hadapan altar gereja. Di sanalah ia berada, dan orang-orang sementara berdoa. Mereka berdoa dengan sungguh dan dengan hati yang paling dalam saat peperangan rohani tersebut, mereka mengikat, menghancurkan, dan mengusir roh-roh jahat. Pendeta sedang berada di mimbar dan memimpin doa-doa mereka dalam pertempuran alam roh. Roh Tuhan berbicara kepada Pendeta, “Kuknya telah hancur, dan korbannya ada di hadapan engkau. Tolong dan bebaskanlah dia.” Pada saat pendeta tersebut membuka matanya, ia melihat anak muda ini terkapar di hadapannya. Tubuhnya bersama dengannya, dan ia telah bersatu dengan tubuhnya kembali. Anak muda ini tidak tahu bagaimana tubuhnya bisa datang bergabung dengannya, sedangkan ia meninggalkannya di rumah. Tetapi sekarang ia sudah berada di tubuhnya, ia tidak tahu bagaimana ia dapat masuk ke dekat mimbar bersama malaikat.

Sekarang hal ini sangat sulit untuk dipercaya, tetapi pendeta menenangkan jemaat dan berkata apa yang tadi telah Tuhan katakan padanya ketika berdoa. Kemudian pendeta tersebut berkata kepada anak muda ini, “Siapakah engkau?” anak ini mulai gemetar dan roh jahat mulai mempengaruhinya. Mereka pun berdoa untuk melepaskannya dari roh jahat, setelah sadar ia mulai menceritakan kisah hidupnya. Anak ini sekarang telah kembali kepada Tuhan dan menjadi seorang pekabar Injil yang giat. Ia telah dipakai Tuhan untuk menyembuhkan dan membebaskan orang-orang yang terikat serta terbelenggu oleh kuasa-kuasa gelap secara luar biasa.

Suatu hari, saya (John Mulinde) pergi untuk makan malam. Satu-satunya alasan saya pergi adalah karena seseorang telah mengatakan kepada saya mengenai anak muda ini, dan saya sangat ingin melihatnya dan membuktikan apakah cerita yang saya dengar, benar adanya. Jadi saya duduk makan malam dan pada saat itu orang itu memberikan kesaksiannya. Ia berbicara banyak hal. Kadang juga ia menangis karena hal yang telah ia buat. Pada saat ia selesai, ia membuat suatu himbauan.

Ada banyak sekali pendeta di ruangan itu. Dan ia berkata, “saya menghimbau kepada engkau, para pendeta. Tolong ajarkan orang-orang untuk berdoa.” Orang yang tidak berdoa, dapat dikuasai oleh apapun, dan semua hal itu dikuasai oleh iblis, dan ada banyak cara yang membuat iblis menguasai hidup mereka, dan doa mereka. iblis tahu bagaimana menguasai doa seseorang, jika orang tersebut tidak tahu bagaimana untuk berdoa. “Ajarlah mereka untuk menggunakan Perlengkapan Senjata Roh yang telah Allah sediakan.”

 Lalu ia membagi pengalamannya bagaimana ia memimpin peperangan di udara. Ia dapat pergi dengan agen setan yang lain dan berbagai roh jahat di udara. Itu seperti giliran, engkau harus pergi dan bekerja sesuai giliranmu. Jadi secara teratur engkau dapat bekerja dan melancarkan aksi peperangan di angkasa. Dan ia katakan bahwa di angkasa, di dunia roh, jika sebuah daerah terbungkus di bawah selimut kegelapan, selimut itu sangat tebal dan seperti batu karang. Dan itu menutupi seluruh area, dan roh-roh jahat berkuasa di selimut tersebut. Dari selimut itu mereka dapat mempengaruhi seluruh aktivitas di bumi.

Ketika roh jahat  dan agen setan manusia telah selesai pada gilirannya, mereka turun ke tempat-tempat sesajian atau tempat pemujaan setan yang ada di laut maupun di darat untuk menyegarkan roh mereka. Lalu bagaimana mereka menyegarkan jiwa mereka? oleh pengorbanan  dan persembahan yang diberikan orang ke tempat tersebut. Pengorbanan itu dapat berupa pembukaan ilmu sihir, pertumpahan darah, dan berbagai tipe lainnya termasuk aborsi, pengorbanan manusia, dan hewan. Bukan hanya itu pengorbanan kepada setan juga dapat berupa perzinahan, berbagai penyimpangan seksual, dan persetubuhan yang tidak wajar. Ada banyak bentuk pengorbanan kepada iblis jika dijabarkan, dan semua praktek itu memberikan kekuatan kepadanya dan menyegarkan roh mereka.

Ia katakan bahwa ketika agen-agen setan meningkat pada dunia roh, dan orang Kristen mulai berdoa di bumi, doa doa mereka terlihat oleh iblis dalam tiga bentuk. Semua doa tampaknya seperti asap dan naik ke Surga.

Beberapa doa terlihat seperti asap, melayang di udara lalu menghilang. Doa ini adalah dari orang yang mempunyai dosa di dalam hidupnya namun tidak mau mengurus segala perkara dosanya di hadapan Yesus. Doa mereka sangat lemah, bagaikan asap yang melayang dan hilang di udara.

Tipe doa lainnya juga seperti asap, doa tersebut naik namun terhalang batu karang. Tetapi ia tidak dapat menerobos batu karang itu. Doa ini adalah dari orang yang biasanya berusaha untuk memurnikan dirinya, tetapi kekurangan iman dalam tindakan mereka sehingga mencari jalan sendiri dan lupa akan doa yang tadi mereka ucapkan. Mereka biasanya mengabaikan aspek penting yang diperlukan orang ketika berdoa.

Tipe doa yang ketiga ialah bagaikan asap api, apabila naik ke udara sangat panas sekelilingnya, dan jika berhadapan dengan batu karang, batu karang itu meleleh bagaikan lilin. Dia melubangi batu karang dan melewatinya. Banyak kali, ketika orang mulai untuk berdoa, doa mereka seperti tipe yang pertama, tetapi ketika mereka melanjutkan berdoa, doa mereka berubah menjadi tipe kedua. Dan ketika mereka terus melanjutkan doa mereka, muncul percikan api dan doa mereka mulai terbakar. Doa mereka begitu sangat berkuasa bahkan sanggup menghancurkan batu karang.

Kerap kali, agen iblis sangat waspada ketika doa tersebut berubah menjadi api, apalagi kalau mereka sedang mengganggu doa dari orang yang sedang berdoa. Untuk mengatasi hal itu, ia menyuruh roh jahat yang ada di bumi dengan mengatakan, “Alihkan orang itu dari doanya! Hentikan mereka berdoa! Kacaukan perhatian mereka!”

Banyak orang Kristen yang menyerah pada pengalihan iblis sehingga mereka tidak fokus. Mereka yang berhasil mengatasi tekanan, mereka yang bertobat, mereka yang mengizinkan Roh Kudus bekerja dalam hidup mereka melalui Firman Tuhan, maka iman mereka telah bertumbuh, dan doa mereka akan menjadi lebih fokus. Kemudian ketika iblis melihat doa seseorang bertambah fokus dan memiliki kekuatan, maka deringan telepon pun dibuatnya ia dapat memakai orang atau apa saja untuk mengganggumu melalui berbagai cara. Kadang ketika sedang berdoa dan dalam pertengahan doa yang serius, telepon genggam kita berbunyi dan kita berpikir untuk menjawab telepon itu dulu kemudian melanjutkan lagi doa kita. Ketika engkau kembali engkau bukan melanjutkan, tetapi engkau kembali lagi dari awal, dan itulah yang iblis mau. Matikanlah dan singkirkanlah teleponmu atau apapun yang membuatmu terganggu dari doa.

Beberapa pengalihan lainnya datang dari dirimu, bahkan ketika rasa gatal yang membuatmu terganggu, atau suatu sentuhan di tubuhmu, yang menyebabkan nyeri dan sejenisnya, apapun itu kau telah kehilangan konsentrasi. Ataupun sesuatu yang membuatmu lapar, dan membuat engkau harus pergi dan mencari di kulkas apa yang bisa engkau makan untuk mengatasinya. Sepanjang mereka dapat membuat engkau keluar dari tempat dimana engkau berdoa, engkau telah dikalahkan. Anak muda ini pun berkata kepada para pendeta, “Ajarlah mereka. Sisihkanlah waktumu. Bukan untuk doa yang sambil lalu. Ajarlah mereka melakukannya pada saat-saat istirahat setiap hari. Sehari sekali mereka harus mempunyai waktu secara penuh untuk konsentrasi dan berdoa dengan hati yang paling dalam kepada Allah di dalam Yesus, dan tidak boleh ada yang mengganggu.”

Bersambung...