Rabu, 16 Oktober 2013

KEMACETAN ROHANI


Ibrani 12:1b
"....marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

"Kemacetan Rohani" sering dialami oleh orang KRISTIANI, terkadang sukacita pengabdian mengendur dan semangat KRISTIANI mulai menurun. Melayani dalam rumah TUHAN tidak lagi semenarik dulu dan ALKiTAB menjadi buku yang "terbuang".

Biasanya hanya karena satu "balok" yang menghambat aliran kehidupan kerohanian ini. "Balok" itu berupa dosa, kebiasaan yang buruk atau rasa dendam. Seringkali itu merupakan "balok" keegoisan dalam kehidupan yang menghalangi pertumbuhan seseorang dalam anugerah sehingga menyebabkan talenta orang KRISTIANI tersebut tidak dapat berkembang.

Baik dalam kehidupan persekutuan orang-orang KRISTIANI maupun dalam kehidupan pribadi sebagai orang KRISTIANI hambatan seperti itu dapat dihindari dengan pengakuan dosa dan pertobatan.

Inginkah Anda mengatasi "Kemacetan Rohani" ?

Cobalah resep dalam 1 Yohanes 1:9 : "jika kita mengaku dosa kita, maka DIA adalah setia dan adil, sehingga DIA akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

* Dosa yang tidak diakui akan berkembang biak dalam tempat yang tersembunyi dan itu akan menggandakan kebencian *

Masih ada waktu untuk mengakui dosa dan bertobat di hadapan ALLAH.

GOD BLESS YOU ALL

Oleh: Perdatawan Wiedz

ADAKAH YG LAYAK DITOLONG TUHAN ?


Lukas 7:4-5
"Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang membangun rumah ibadat untuk kami."

Seorang teman mengeluh kepada kami dengan mengatakan bahwa ia kecewa kepada Tuhan. Menurutnya, ia telah banyak berkorban untuk pelayanan gereja, tetapi masalahnya justru semakin banyak dan tak kunjung selesai. Ia merasa layak ditolong, tetapi Tuhan seolah tak mau menolongnya.

Sebagai manusia kita tentu memiliki banyak harapan, dan kita berharap Tuhan mengabulkannya. Kita berharap bahwa ketaatan kita kepada-Nya selalu berbuah manis, bahwa Dia akan selalu memenuhi keinginan kita.

Ketika Tuhan tidak memenuhinya, kita kecewa dan menuduh Tuhan tidak adil.

Apakah memang harus seperti itu?

Bagi tua-tua Yahudi dalam bacaan hari ini tampaknya "ya", tetapi bagi Yesus "tidak".

Perhatikan bahwa Yesus membandingkan iman perwira itu dengan iman orang Israel.

Jadi, hamba perwira itu sembuh bukan karena perbuatan tuannya menolong orang Yahudi membangun rumah ibadat, melainkan karena imannya yang tidak tanggung-tanggung kepada Yesus.

Iman inilah yang membuat Yesus terheran-heran.

Karena itu, masihkah kita akan "menuntut" berkat Tuhan dengan mengandalkan perbuatan baik kita?

Apakah kita akan menyatakan bahwa kita layak ditolong karena kita telah banyak melayani, memberikan persembahan, menolong orang lain?

Perspektif semacam ini perlu diluruskan.

Pertama, kita akan ditolong bukan karena telah berbuat baik, melainkan karena kemurahan Tuhan.

Kedua, pertolongan-Nya tidak selalu berlangsung menurut waktu dan cara yang kita harapkan.

Maukah kita mengimaninya?

"PERTOLONGAN TUHAN ITU UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI KITA, BUKAN UNTUK MEMBALAS KEBAIKAN KITA"

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Oleh:  Piter Victor Wijaya Oei

Sabtu, 12 Oktober 2013

JANGAN BAWA TUHAN KE WILAYAH KITA


Dalam Lukas 12:13-14 dikisahkan orang yang datang kepada Tuhan agar membantunya dalam berbagi warisan. Tuhan Yesus menolak permintaan orang ini. Ini bukan berarti Tuhan menolak orang ini secara pribadi, tetapi yang ditolak adalah "bisnis"nya atau maksudnya menjadikan Tuhan Yesus menjadi hakim versinya untuk membagi harta. Melalui hal ini, kita mendapat pelajaran penting yaitu agar hendaknya kita tidak membawa Tuhan kepada bisnis kita sendiri yang tidak penting. Kalau kita berurusan dengan Tuhan, kita harus membawa diri masuk wilayah-Nya, bukan sebaliknya. Tuhan tahu apa yang baik, penting dan berguna bagi kehidupan kita. Kalau seseorang membawa Tuhan ke wilayahnya sendiri berarti ia merasa lebih bijaksana dari Tuhan dan ada INDIKASI mau MENGATUR Tuhan ( lihat apa yg banyak dishare orang zaman sekarang--> Contoh : Tips & Trik bagaimana mengalami berkat Tuhan, bagaimana ekonomi dipulihkan, kunci2 berkat,..dst ). Ini sama dengan orang-orang yang dikisahkan dalam Yohanes 6:25-26. Mereka berurusan dengan Tuhan karena roti, mereka mengharapkan pertolongan Tuhan bukan untuk masalah-masalah prinsip dalam kehidupan ini. Ini adalah masalah-masalah fana. Padahal masih ada masalah yang LEBIH PRINSIP dalam kehidupan ini. Orang-orang seperti ini seakan-akan berurusan dengan Tuhan hanya di bumi ini, selanjutnya di keabadian mereka tidak akan berurusan dengan Tuhan.

Orang yang melibatkan Tuhan hanya dalam masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani berarti hanya mau berurusan dengan Tuhan ketika memiliki tubuh jasmani di bumi ini. Tetapi kalau sudah tidak memiliki tubuh jasmani tidak berurusan dengan Tuhan lagi. Liciknya banyak orang hari ini berurusan dengan Tuhan hanya masalah-masalah jasmani bukan karena hendak menanggulangi masalah dosa dan masuk kepada proses penyempurnaan. Tetapi mereka tidak mau masuk neraka.

Penyesatan dewasa ini dalam banyak komunitas Kristen adalah menggiring pemikiran orang untuk mengandalkan Tuhan untuk masalah-masalah hidup hari ini, mengalami kuasa Tuhan hari ini sekarang di bumi untuk kesenangan duniawi mereka. Mereka tidak mempersoalkan dengan serius rencana Tuhan agar manusia kembali kepada rancangan semula-Nya. Hal ini menggiring jiwa kepada tujuan yang salah. Banyak orang berpikir sedang berurusan dengan Tuhan, dan dengan cara demikian akan berurusan dengan Tuhan selamanya di Surga nanti. Padahal mereka berurusan dengan diri sendiri. Mereka tidak akan dikenal oleh Allah Bapa di keabadian.

Tuhan Yesus menghendaki kita untuk MENDAHULUKAN Kerajaan Allah artinya yang harus diutamakan adalah bagaimana menjadi warga Kerajaan Sorga yang baik. Berurusan dengan Tuhan hanya dalam rangka mau menjadi warga Kerajaaan Sorga yang baik BUKAN karena hal lain.

_think again.the truth_

Sumber: FB