Kamis, 08 November 2012

KOSONGKAN BULI-BULI ANDA, LALU TUTUP PINTU


Berkat diawali oleh kerelaan hati. Ketika istri saya dan saya memutuskan untuk berumah tangga, kami tidak memeriksa buku cek terlebih dahulu. Walaupun dibutuhkan biaya lebih dari seperempat juta dolar untuk membesarkan seorang anak, kami tidak berkata: "Itu terlalu mahal; jadi kita tidak perlu memiliki anak." Apakah hal itu pernah terjadi? Bagaimana hal tersebut bekerja di tengah orang-orang miskin yang memiliki anak? Mereka semua diberi makan dan pakaian. Tidak peduli apakah seseorang memiliki dua, empat, delapan atau tidak memiliki anak sama sekali, mereka mungkin menghadapi kondisi yang sama. Mereka ingin memiliki anak dan mereka memperolehnya. Entah bagaimana pemeliharaan itu selalu ada.

Allah telah memberi Anda sebuah buli-buli minyak dan darinya akan mengalir semua yang Anda butuhkan. Ingatlah perempuan miskin dalam Perjanjian Lama yang datang menemui Elisa (baca: 2 Raja-raja 4:2-6).

Kata yang melompat keluar dari kisah ini adalah "pergilah"! Perempuan ini sudah berada di garis akhir penghasilannya yang memprihatinkan, tetapi dia masih memiliki sesuatu – sebuah buli-buli minyak. Dia diperintahkan untuk "pergi" dan memperoleh sesuatu yang tidak dimilikinya yang menjadi terisi hanya oleh kemurahan Allah.

Minyak adalah salah satu lambang kemurahan dalam Alkitab. Ada beberapa hal penting berkaitan dengan minyak. Pertama, minyak adalah cairan – suatu zat yang mengalir. Ia tidak statis tetapi dinamis. Sifat dinamis tersebut dapat terjadi hanya ketika minyak dicurahkan. Hal lain adalah bahwa minyak, setidaknya minyak zaitun, dapat keluar hanya melalui pemerasan.

Perlu pemerasan terhadap pengertian dan kemampuan kita sebelum kemurahan Allah dilepaskan. Kemurahan, seperti halnya minyak, mengalir untuk melayani tujuan Allah. Perempuan ini membutuhkan sesuatu yang melebihi kemampuannya untuk dapat menghidupi dirinya dan keluarganya. Satu-satunya cara agar minyak itu mengalir bagi dia adalah dengan mematuhi perintah hamba Allah dan "pergi"!

Perhatikan bahwa dia diperintahkan untuk meminta bejana-bejana kosong, sesuatu yang tampaknya tidak terlalu berharga. Elisa tidak mengatakan padanya untuk pergi meminta minyak dari tetangganya. Mereka juga tidak memilikinya. Dia diperintahkan untuk meminta bejana-bejana "kosong" seperti anak-anak kecil yang biasa keluar dan meminta botol sodah kosong dari tetangganya untuk ditukar dengan uang dua sen. Jika kita tidak membawa bejana-bejana kosong pada Allah, Ia tidak dapat mengisinya. Jika perempuan itu ingin mendapatkan apa yang diperlukannya dan ingin bebas dri hutang yang melilit hidupnya, dia harus mematuhi firman Allah. Dia tidak memiliki harapan lain.

Hamba Allah mengatakan pada saudari yang miskin ini untuk membawa bejana-bejana kosong ke dalam rumahnya dan menutup pintunya. Ketika pintu tertutup tak seorang pun yang dapat mengintip rencana Allah, mencoba melogiskannya, atau pun memberi pendapat bagaimana caranya menyelesaikan suatu pekerjaan yang sepenuhnya bersifat supranatural dengan menggunakan perangkat yang natural.

Kita harus menutup pintu terhadap metode manusia dan mematuhi apapun yang diperintahkan Allah, ketika kita berbicara tentang keuangan pribadi kita atau pun tentang menjangkau dunia yang terhilang dengan Injil. Akhirnya, wanita ini memperoleh lebih dari pada cukup untuk dirinya dan tetangganya yang telah memberikan bejana-bejana kosong tak berharga. Luapan kemurahan memancar dan mengangkat dunia sekelilingnya.

Saudara terkasih, Allah ingin memberkati Anda dengan apa yang ada di dalam hidup Anda saat ini. Kosongkan hati Anda dengan motivasi yang murni sebagai langkah awal bahwa Anda mempersiapkan diri untuk menyambut berkat-berkat supranatural dari Tuhan. Ingat, bahwa Dia tidak akan pernah berhutang pada umat yang percaya penuh kepadaNya. Terpujilah Dia!

TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...

[ Sumber: Buku Strategies for Financial Breakthrough (Eugene Strite) ]

AHITOFEL, IMAM BESAR YANG SAKIT HATI


Nasihatnya adalah Nasihat Dari Allah

Suatu hari, sekitar tahun 1003 SM, pada jaman raja Daud memerintah, hiduplah seseorang yang bernama Ahitofel. Ia adalah seorang penasihat yang sangat diandalkan raja Daud. Hubungan mereka sangat dekat dan mereka sama-sama mengasihi dan melayani Tuhan dgn segenap hati mereka. Ahitofel adalah orang yang diurapi Tuhan sampai-sampai pada jaman itu, Alkitab mengatakan bahwa nasihat yang diberikan Ahitofel sama dengan nasihat dari Tuhan! (2 Samuel 16:23). Jelas sekali jika Ahitofel tidak hanya melayani Tuhan dengan biasa-biasa saja. Ahitofel berasal dari Gilo dan salah satu anaknya bernama Eliam, salah seorang dari 30 pahlawan raja Daud yang sangat perkasa (2 Samuel 23:34). Eliam mempunyai anak yang bernama Batsyeba (2 Samuel 11:3).

Peristiwa yang Mengubah Hidupnya

Siapa yang tidak kenal raja Daud? Raja Daud dikenal sebagai pemazmur ulung, raja yang terhebat bagi bangsa Israel sampai hari ini! Tapi raja Daud juga pernah melakukan kesalahan yang diketahui semua orang karena pengakuan dosanya yang terbuka. Sekitar tahun 997 SM, 6 tahun setelah menjadi raja atas seluruh Israel, Daud pernah berzinah, yang oleh beberapa orang, Daud dianggap memperkosa seorang wanita dan juga istri bawahannya. Wanita itu bernama Batsyeba, yang adalah cucu Ahitofel, penasihat raja yang sangat diurapi itu..

Daud memang berbuat salah, tapi setelah itu dia bertobat, dia sungguh-sungguh minta ampun pada Tuhan dan mau menanggung semua akibat dari dosanya. Tuhan akhirnya mengampuni Daud walaupun dia harus menerima konsukuensi dari yang dia tabur. Tapi bagaimana dengan Ahitofel? Peristiwa ini ternyata sangat menyakitkan untuk Ahitofel. Dia sangat tersinggung dan menyimpan sakit hati dan dendam terhadap Daud. Ahitofel memilih untuk tidak mengampuni Daud.

Sekitar tahun 992-980 SM, Absalom, anak Daud yang pernah membunuh saudara tirinya, memimpin pemberontakan. Saat itu Ahitofel bergabung bersama Absalom untuk memberontak terhadap raja Daud. Ahitofel membalas mengkhianati Daud hingga Daud sangat ketakutan (Mazmur 55:5-6, 13-15). Daud berseru kepada Tuhan supaya nasihat Ahitofel dikacaukan (2 Samuel 17), dan agar Absalom tidak mengikuti nasihat Ahitofel. Doa Daud dijawab, Absalom tidak mengikuti nasihat Ahitofel. Ahitofel menjadi sangat malu dan sakit hatinya menjadi semakin parah. Akhirnya dia memilih untuk pulang ke Gilo dan gantung diri karena depresi (2 Samuel 17:23).

Bayangkan, seorang penasihat raja yang begitu diurapi Tuhan, yang nasihatnya dianggap sebagai nasihat dari Tuhan, akhirnya mati bunuh diri. Semua bermula dari peristiwa yang sangat melukai hatinya dan tidak mau mengampuni Daud yang pernah berbuat salah.

Belajar Dari Ahitofel

Suatu hari di neraka diadakan obral besar-besaran, akibatnya poster porno, VCD kasting sabun mandi, DVD porno, narkoba dan segala hal berbau dosa diobral di mana-mana dan bisa dibeli dengan harga murah. Semua dipajang di stand-stand yang berdiri saling berdampingan. Namun ada satu stand yang memajang barang yang benar-benar kumal, lusuh dan jelek sekali dengan harga yang sanggaaaaaaat mahallll ... Pengunjung bazar murah tersebut terheran-heran melihat hal tersebut dan akhirnya bertanya pada penjaga stand, mengapa barang yang sangat jelek tersebut dijual dengan harga yang sangat ahal.

Penjaga stand menjelaskan bahwa jika barang-barang lain seperti VCD dan poster porno, narkoba, dan barang-barang di stand-stand lain tidak berhasil merusak anak-anak Tuhan, maka barang jelek tersebut hampir selalu berhasil! Bahkan tidak sedikit Pendeta yang terkena serangan senjata ini. Dan yang tak kalah menarik, jika barang jelek tsbersebut sudah dipakai oleh anak-anak Tuhan, kadang mereka tidak menyadarinya.

Kenapa barang tersebut jelek? Itu karena barang tersebut terlalu sering dipakai, akibatnya menjadi kucel..... Apa nama barang itu? Dia adalah KECEWA, alias Tersinggung alias Sakit Hati!

Kalau kamu manusia, maka kamu tidak akan lepas dari yang namanya kecewa, tersinggung atau sakit hati. Itu manusiawi! Tapi kamu perlu tahu juga, bahwa itu adalah hasil dari serangan iblis yang ingin merusak hidupmu, yang bahkan seorang Ahitofel pun akhirnya bunuh diri gara-gara hal tersebut. Jadi hati-hati kalau kamu menyimpan sesuatu terhadap orang lain, SEGERA BERESKAN, BERIKAN PENGAMPUNAN.

"Tapi dia yang salah!!'" Hey ... ini bukan soal siapa yang salah atau yang benar, tapi : siapa yang mau menjaga hatinya agar sukacita, damai Allah, berkat dan kehidupan dari Tuhan bisa terus dialami. OK?

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23)

Dikutip dari sini.

Minggu, 04 November 2012

BERKAT DARI DIGIGIT ANJING


Clark Anderson, tinggal di kota kecil di Skotlandia. Ia seorang tukang kayu dengan 9 anak. Ia mempunyai mimpi besar untuk menjadi imigran sukses ke Amerika.

Abad 20, Amerika menjadi benua yang banyak diserbu orang lain dari berbagai negara karena emasnya.

Dengan semangat, Clark dan istrinya bekerja siang malam untuk menabung, agar dapat berhasil mendapatkan passport keluarganya dan untuk memesan tiket kapal pesiar yang akan berlayar ke New York setahun lagi, di tahun 1912.

Seluruh keluarga dipenuhi sukacita, bukan hanya karena masa depannya kelak, tetapi karena kapal pesiar bernama Titanic itu akan sangat besar dan mewah serta begitu aman.

Namun 7 hari sebelum keberangkatan mereka, putra bungsunya digigit oleh anjing. Dokter yang menangani anak itu kemudian menggantung label kuning ke rumah mereka "kemungkinan rabies" pada label itu.

Semua penghuni rumah di karantina selama 14 hari. Pada saat itu rabies sangat berbahaya dan mengganas.

Pupus sudah mimpi keluarga Clark. Uang mereka ibarat hangus, bahkan ada tambahan biaya pengobatan buat putra bungsu mereka. Clark sangat sedih, diam-diam ia kabur dari rumah dan pergi ke dermaga melihat pelepasan kapal mewah tersebut. Ia kecewa dan menitikan air mata, karena ketidak beruntungan mereka. Ia kesal kepada putra bungsunya, dan benci kepada pemilik anjing itu, bahkan kecewa kepada Tuhan.

Berita besar muncul begitu heboh 5 hari kemudian di seluruh Eropa. Kapal mewah yang disebut Titanic itu dikabarkan tenggelam beserta sebagian besar penumpangnya. Kapal yang oleh pemiliknya dengan angkuh dikatakan aman itu, "Bahkan Tuhan tidak dapat menenggelamkannya" telah tenggelam, dengan korban jiwa lebih dari 1.500 orang.

Firman Tuhan berkata: "Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah Firman TUHAN." (Yesaya 55:8)

Oleh karena itu, apapun yang terjadi, rencana Tuhanlah yang terindah. Bersyukur untuk setiap hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita.

TUHAN YESUS Memberkati...

Dikutip dari sini.