Senin, 26 November 2012

NAMA YANG DIHAPUS DARI KITAB KEHIDUPAN


Pendahuluan

Lukas 10:20, “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” LAI

Luke 10:20, “Notwithstanding in this rejoice not, that the spirits are subject unto you; but rather rejoice, because your names are written (ditulis) in heaven.” KJV

70 orang murid diutus Tuhan Yesus sebagai ‘pasukan pendahulu’ ke kota-kota yang akan Ia datangi kemudian. Kepada mereka Tuhan Yesus memberikan kuasa untuk menyembuhkan orang-orang sakit dan kuasa untuk menaklukkan iblis dan malaikat-malaikatnya (Lukas 10:1-19). Beberapa waktu kemudian, sekembalinya para murid dari kota-kota ke mana mereka diutus, dengan penuh sukacita memberikan laporan dan kesaksian pada sang Guru bahwa setan-setan (roh-roh jahat) takluk pada mereka demi nama Yesus. Walaupun laporan dan kesaksian mereka memang sudah sewajarnya mendatangkan sukacita, namun Tuhan Yesus mengajar dan memperingatkan agar para murid bersukacita bukan karena takluknya setan-setan melainkan karena nama mereka terdaftar di Kerajaan Sorga (dalam kitab kehidupan).
Mengapa? Karena terdaftarnya nama mereka di Kerajaan Sorga sangat jauh bernilai/ berharga daripada takluknya roh-roh jahat. Mengapa? Karena bila nama mereka terdaftar dalam kitab kehidupan maka mereka memiliki hak untuk mendapat tempat di Kerajaan Sorga.

Catatan: Di sisi lain, bagi mereka yang namanya ditulis dalam kitab Kehidupan memiliki hak dan otoritas kerajaan. Salah satu hak dan otoritas tersebut adalah menggunakan nama Yesus. Iblis dan malaikat-malaikatnya tidak akan takluk pada mereka yang tidak memiliki hak dan otoritas tersebut. Ketujuh anak Skewa adalah contoh dari orang-orang yang tidak mempunyai hak dan otoritas untuk menggunakan nama Yesus namun mencoba mengusir setan dengan nama Yesus, akibatnya mereka yang dikalahkan oleh setan/roh jahat (Kisah Para Rasul 19:13-17).

Secara sederhana, dari kalimat Yesus tersebut kita mengetahui bahwa ada hal-hal yang lebih bernilai/berharga yang atasnya kita patut bersukacita. Tanpa kita sadari, seringkali, sukacita kita “salah tempat”. Tuhan Yesus tidak menyatakan bahwa bersukacita atas takluknya setan-setan sebagai sebuah dosa. Tuhan Yesus hanya memperingatkan agar para murid bersukacita atas alasan yang tepat. Raja Salomo jatuh dalam dosa perzinahan rohani pada masa tuanya (1 Raja-raja 11:4-8). Hal itu terjadi karena ia bersukacita pada tempat yang salah. Salomo bersukacita karena dengan hikmat Allah banyak masalah dan misteri kehidupan yang terpecahkan (apalagi hikmat yang ia peroleh kapasitasnya tak tertandingi di antara manusia di muka bumi pada waktu itu, bahkan sampai hari ini, 1 Raja-raja 3:12; 4:29). Seharusnya Salomo bersukacita karena Tuhan berkenan kepadanya sehingga doanya minta hikmat dikabulkan. Akibat yang fatal dari sukacita yang salah tempat adalah kecenderungan untuk tidak memelihara yang seharusnya dipelihara. dan ini sebuah kelengahan. Bila Salomo bersukacita atas perkenan Tuhan maka ia akan memelihara perkenan Tuhan tersebut dengan cara hidup sesuai jalan-jalan yang ditunjukkan Tuhan. Hal yang sama juga terjadi pada raja Saul dan hakim Simson. Keduanya bersukacita atas alasan yang tidak tepat, sehingga mereka juga tidak memelihara yang seharusnya mereka pelihara. Keduanya bersukacita karena memperoleh jabatan dan pengurapan yang khusus dari Tuhan. Walaupun akhir hidup hakim Simson lebih baik dari raja Saul, namun pada dasarnya mereka tidak mengakhiri “pertandingan” yang mereka tempuh dengan baik.

Ketika Tuhan Yesus memperingatkan ke-70 murid tentang kebenaran ini, Tuhan Yesus mencegah mereka melakukan kelengahan yang sama dengan Salomo, Saul maupun Simson, yaitu kelengahan yang membawa mereka pada kejatuhan. Tuhan Yesus ingin para murid bersukacita bukan karena prestasi pelayanan melainkan karena nama mereka ditulis dalam Kitab Kehidupan. Dengan demikian para murid akan memelihara keberadaan nama mereka dalam kitab kehidupan. Mengapa? Karena ada sebuah fakta yang sekaligus sebuah kebenaran, bahwa nama seseorang yang tadinya sudah ditulis dalam kitab Kehidupan bisa saja suatu saat dihapuskan.

Nama yang Dihapus

Filipi 4:3, “Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.” (LAI)

Sama seperti Yesus, yang begitu mengerti betapa pentingnya bila nama kita telah ditulis dalam kitab kehidupan, demikian juga Paulus. Hal itu terlihat pada salah satu ayat dalam suratnya yang ditujukan kepada jemaat di Filipi. Paulus menyebutkan bahwa rekan-rekan sekerjanya adalah orang-orang yang telah berjuang dalam pekabaran Injil, juga yang namanya tercantum dalam kitab kehidupan. Paulus bukan hanya menyebutkan prestasi pelayanan rekan-rekan sekerjanya saja tetapi juga keberadaan nama mereka dalam kitab kehidupan. Prestasi kita dalam pekerjaan Tuhan tidak bisa dibandingkan nilainya dengan keberadaan nama kita dalam kitab kehidupan (bukannya Tuhan tidak menghargai apa yang telah kita lakukan dalam pekerjaan-Nya, bahkan Tuhan telah menyediakan di Kerajaan Sorga upah dan hadiah bagi kita yang telah menyelesaikan pekerjaan-Nya). Karena bila kita memperhatikan beberapa ayat di bawah ini, kita akan melihat sebuah indikasi bahwa bisa saja suatu saat, oleh karena suatu sebab, nama kita dihapus dari Kitab Kehidupan:

Mazmur 69:28, “Biarlah mereka dihapuskan dari kitab kehidupan, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang benar!” LAI

Wahyu 3:5, “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.” LAI

Wahyu 22:19, “Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” LAI

Wahyu 3:5, “Kepada mereka yang menang akan dipakaikan jubah putih. Nama mereka tidak akan Kuhapuskan dari Buku Orang Hidup. Dan di hadapan Bapa-Ku dan malaikat-malaikat-Nya Aku akan mengaku bahwa mereka adalah milik-Ku.” LAI

Wahyu 3:16, “Tetapi kalian suam-suam kuku; panas tidak, dingin pun tidak. Itu sebabnya kalian akan Kumuntahkan keluar dari dalam mulut-Ku.” LAI

Catatan: Bila dikatakan seseorang dimuntahkan keluar dari mulut Tuhan Yesus, itu artinya, tadinya orang tersebut ada di dalam Tuhan Yesus. Dengan kata lain orang tersebut namanya dihapus dari kitab Kehidupan. Apapun sebabnya, bila nama seseorang dihapus dari kitab kehidupan maka ia tidak akan lagi memiliki hak untuk masuk dalam Kerajaan Sorga, dan lebih lagi orang tersebut juga kehilangan upah dan hadiah yang telah disediakan Tuhan baginya. Dengan demikian, apa gunanya segala jerih lelah & prestasi pelayanan kita?

Tiket Masuk Surga

Dari beberapa waktu lalu hingga saat-saat ini, di bawah atap bait Allah, kita melihat beberapa umat Tuhan bahkan lembaga-lembaga pelayanan juga gereja bagaikan sebuah uang koin yang mempunyai dua sisi, di mana kedua sisi mempunyai ‘wajah’ yang berbeda. Sehingga ada gereja yang di satu sisi nampaknya begitu berkembang pertumbuhan jemaat dan pelayanannya namun di sisi yang lain, roh dominasi dan intimidasi serta roh cinta uang mempunyai tempat yang luas bekerja di gereja tersebut.
Di satu sisi ada seorang yang memiliki predikat hamba Tuhan dengan karunia kesembuhan yang luarbiasa sehingga banyak orang disembuhkan, namun di sisi lain hidup dalam perzinahan. Dengan kata lain, di satu sisi memiliki prestasi pelayanan yang luarbiasa namun di sisi lain ada hal-hal yang mendukakan hati Tuhan yang terus dikompromikan. ‘Virus uang koin’ ini nampaknya telah begitu menjangkiti kita. Keadaan tersebut di atas terjadi karena kita telah bersukacita kemudian bermegah atas prestasi pelayanan kita.

Matius 7:22-23, “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” LAI

Ayat-ayat di atas, bisa jadi, adalah nubuat yang dinyatakan Tuhan Yesus. Ada suatu masa di mana ada orang-orang (banyak orang) yang akan menjadikan prestasi pelayanan mereka sebagai “tiket masuk surga”. Namun lucunya, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia tidak mengenal satupun dari mereka bahkan menyebut mereka sebagai “pembuat kejahatan”.

Catatan: Kata “kejahatan” dalam bahasa Yunani dipakai kata “anomia” yang artinya pelanggaran hukum; kejahatan; ketidakadilan; perbuatan yang salah; ketidak benaran. Dalam Modern King James dipakai kata “lawlessness” yang artinya: pelanggaran hukum.

Ada 2 pertanyaan besar yang mungkin timbul dalam hati kita:
1. Mengapa Tuhan tidak mengenal satupun dari mereka?
2. Apa yang dimaksud dengan “kejahatan”?

Untuk menjawab pertanyaan pertama, kita harus membaca ayat-ayat sebelumnya (ayat 16-20). Dalam ayat-ayat tersebut dikatakan bahwa setiap orang dikenal dari “buahnya”. Seseorang dapat dikatakan sebagai “pohon” yang baik bila ia menghasilkan “buah” yang baik. Demikian pula ketika Tuhan Yesus berhadapan dengan orang-orang yang membawa “tiket prestasi pelayanan”, Tuhan Yesus tidak mengenali mereka dari prestasi pelayanan melainkan dari “buah” yang mereka hasilkan. Dan rupanya Tuhan tidak mendapati bahwa mereka menghasilkan “buah” yang baik sehingga Ia pun tidak mengenali mereka.
Jawaban dari pertanyaan kedua sebenarnya ada hubungannya dengan jawaban pertanyaan pertama. Yang dimaksud dengan “kejahatan” di sini bukanlah prestasi pelayanan yang telah dihasilkan, tapi “buah” yang dihasilkan. Dengan kata lain, orang-orang yang dimaksud ayat 22 dan 23, dalam kehidupan sehari-hari tidak hidup sesuai dengan hukum dan kebenaran firman Tuhan (hidup dalam kejahatan). Di satu sisi mereka memiliki prestasi pelayanan namun di sisi lain, dalam kehidupan sehari-hari mereka menghasilkan buah-buah kejahatan.

1 Korintus 9:27, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” LAI

1 Corintus 9:27, “But I keep under my body, and bring it into subjection: lest that by any means, when I have preached to others, I myself should be a castaway (orang buangan).” KJV

Paulus, rasul Yesus Kristus, adalah seorang yang telah menjangkau banyak jiwa terutama di kalangan non yahudi. Banyak jiwa yang telah dimenangkan rasul Paulus bagi Kerajaan Allah, prestasinya luar biasa. Walau begitu, ada sebuah kesadaran dan pengertian bahwa sekalipun ia telah memberitakan Injil kepada banyak orang, bila ia tidak melatih dan menguasai tubuhnya, maka bisa saja ia ditolak/dibuang Tuhan, namanya dihapus dari Kitab Kehidupan. Kesadaran dan pengertian yang sama seperti Paulus seyogyanya juga ada pada kita, sehingga kita tidak bersukacita/bermegah atas prestasi pelayanan kita, itu semua adalah kasih karunia Tuhan semata, kita harus bersukacita karena nama kita ditulis dalam kitab Kehidupan. Jangan jadikan prestasi pelayanan sebagai tiket kita masuk Surga, tetapi jadikan “buah” atau kehidupan yang benar yang sesuai dengan firman dan kehendak-Nya sebagai tiket masuk Surga.

Dikutip dari sini.

Selasa, 20 November 2012

Pohon di tengah taman Eden


Shalom,
Hampir semua orang Kristen dari anak sekolah minggu sampai orang tua, jika ditanya: Apa pohon yg ada di tengah taman Eden - akan menjawab: pohon pengetahuan tentang yg baik & yg jahat. Itu adalah pohon larangan, & jika dimakan buahnya nanti akan mati. Buah pohon itu yg dimakan oleh Adam & Hawa pada saat jatuh dalam dosa sehingga diusir dari taman Eden. Itulah yg diajarkan oleh para guru sekolah minggu maupun khotbah di gereja.

Akan tetapi sebenarnya di tengah taman Eden bukan hanya terdapat pohon larangan itu saja! Ternyata TUHAN menempatkan satu pohon lagi yg terluput dari perhatian orang Kristen di sepanjang masa, yaitu : POHON KEHIDUPAN!

Kejadian 2:9 Lalu TUHAN ALLAH menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yg menarik & yg baik untuk dimakan buahnya; & pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yg baik & yg jahat.

Jadi di tengah taman Eden, TUHAN menempatkan DUA POHON yg memiliki dua karakter yg bertolak belakang yaitu :

1. Pohon Kehidupan
2. Pohon Kematian (Pohon pengetahuan tentang yg baik & yg jahat)

Pohon Kehidupan

Pohon kehidupan ini sebenarnya jauh lebih penting & berguna daripada Pohon Kematian, karena jika Adam/Hawa memakan buahnya maka mereka akan hidup selama-lamanya.

Kejadian 3:22 Berfirmanlah TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yg baik & yg jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya & mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu & memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Begitu pentingnya pohon kehidupan ini, sehingga ketika Adam & Hawa diusir keluar dari taman Eden maka TUHAN merasa perlu untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan dengan beberapa malaikat dengan pedang yg bernyala-nyala & menyambar-nyambar agar manusia yg telah jatuh dalam dosa tidak bisa mendatangi & memakan buahnya.

Kejadian 3:24 Ia menghalau manusia itu & di sebelah timur taman Eden ditempatkan-NYAlah beberapa kerub dengan pedang yg bernyala-nyala & menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Jadi yg dijaga oleh malaikat bukan jalan ke taman Eden seperti yg biasa diceritakan oleh guru-guru sekolah minggu, tetapi jalan di sebelah timur taman Eden yg menuju ke pohon kehidupan.

Pohon larangan

Ketika TUHAN memberi perintah mengenai pohon yg ada di tengah taman Eden, ternyata larangan memakan hanya berlaku bagi satu pohon saja, yaitu : pohon kematian (pohon pengetahuan yg baik & jahat), sedangkan buah pohon kehidupan tidak dikenai larangan itu.

Jadi sebetulnya Adam & Hawa diperbolehkan untuk makan buah pohon kehidupan supaya bisa hidup kekal. Akan tetapi apa yg terjadi?

Selama Adam melaksanakan kehidupan awalnya, dengan memberi nama satu persatu bagi binatang-binatang yg datang padanya sampai sesudah mendapat pasangan hidup (Hawa), manusia tidak mempunyai keinginan untuk mengulurkan tangannya terhadap buah pohon kehidupan. Justru sebaliknya mereka memilih untuk makan buah pohon kematian mengikuti bujukan iblis. Sungguh ironis!

Dua pohon di tengah taman Eden
Mengapa TUHAN menempatkan dua pohon di tengah taman Eden, yaitu pohon kehidupan & pohon kematian? Tujuannya adalah supaya manusia dengan kehendak bebasnya memilih: kehidupan atau kematian. Tentu saja, TUHAN ingin agar manusia memilih kehidupan daripada kematian. TUHAN menciptakan manusia supaya manusia mengasihi ALLAH dengan seluruh kehendak bebas & segenap hatinya, bukan dengan sedih hati atau paksaan.

Akan tetapi yg terjadi justru sebaliknya - Manusia dengan kehendak bebasnya lebih memilih pohon kematian. Manusia memilih kematian daripada kehidupan.

Kehidupan & kematian
Ternyata di dunia ini TUHAN masih saja memberikan dua pilihan seperti pada saat manusia tinggal di taman Eden yaitu : kehidupan & kematian. TUHAN ingin, manusia memilih kehidupan yg diberikan TUHAN dengan kehendak bebasnya, dengan sepenuh hatinya bukan dengan paksaan.

Akan tetapi sejarah manusia membuktikan, bahwa manusia lebih memilih kematian daripada kehidupan.

Kain memilih membunuh Habel, walaupun sudah diperingatkan TUHAN untuk melawan dosa

Manusia seluruh dunia lebih memilih kematian, sekalipun selama puluhan tahun Nuh menyampaikan kabar keselamatan supaya masuk ke dalam bahtera yg sedang dibuatnya.

Bangsa Israel di padang gurun memilih kematian, dengan mempercayai 10 orang pengintai daripada Kaleb & Yosua – sehingga semua laki-laki dewasa habis mati selama 40 tahun di padang gurun.

Musa dengan tegas & jelas menawarkan kepada seluruh bangsa Israel sebelum masuk ke tanah perjanjian : pilihlah kehidupan & kematian, berkat & kutuk. Tetapi bangsa Israel di tanah Kanaan lebih memilih kematian daripada memilih kehidupan yg disampaikan oleh Musa & Yosua, sehingga TUHAN memberikan berbagai hukuman melalui bangsa-bangsa di sekitarnya & menolong melalui para hakim.

Ulangan 30: 19 Aku memanggil langit & bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan & kematian, berkat & kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.

Raja-raja Israel memilih kutuk & kematian, sekalipun TUHAN menawarkan kehidupan & berkat yg berkelimpahan. Raja-raja israel memilih kematian dengan sujud menyembah berhala & akhirnya kerajaan Israel harus dibuang ke Asyur & kerajaan Yehuda ke Babel.

Di Perjanjian Baru, TUHAN menawarkan supaya manusia memilih jalan, kebenaran & hidup dengan beriman kepada TUHAN YESUS. Tetapi manusia memilih kematian dengan menyalibkanNYA.

Sampai sekarang di gereja, TUHAN tetap menawarkan kehidupan dengan setia menjadi pelaku Firman TUHAN serta bertahan menang untuk memperoleh mahkota kehidupan. Tetapi lebih banyak orang Kristen yg memilih kematian dengan hidup bertekun dalam dosa & kecemaran hidup serta dengan bangga berkata : sekali selamat tetap selamat.

Alkitab menubuatkan - di akhir jaman sekalipun, pada saat dunia dihukum dengan berbagai-bagai malapetaka & penyakit, TUHAN menawarkan supaya manusia memilih kehidupan dengan bertobat - ternyata manusia tetap lebih memilih kematian dengan tidak mau bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.

Wahyu 9:20 Tetapi manusia lain, yg tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat & berhala-berhala dari emas & perak, dari tembaga, batu & kayu yg tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan.
Wahyu 16:9 & manusia dihanguskan oleh panas api yg dahsyat, & mereka menghujat nama ALLAH yg berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu & mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Wahyu 16:11 & mereka menghujat ALLAH yg di sorga karena kesakitan & karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.

Di mana pohon kehidupan
Sekarang, pohon kehidupan bisa ditemui di surga di samping kanan & kiri sungai yg ada di tengah jalan Kota Kudus. Pohon-pohon kehidupan itu berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; & daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Wahyu 22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yg berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; & daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Setiap orang yg memilih kehidupan dengan percaya YESUS sebagai TUHAN & Juru Selamat & setia menjadi pelaku Firman memiliki hak atas pohon kehidupan & masuk melalui pintu gerbang surga.

Wahyu 22:14 Berbahagialah mereka yg membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan & masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Saudaraku yg terkasih,
Saat ini, TUHAN tetap menawarkan dua pilihan kepada kita sama seperti pilihan yg diberikan kepada Adam & Hawa, yaitu : kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Apakah kita dengan kehendak bebas & sepenuh hati lebih memilih kehidupan daripada kematian, lebih memilih berkat daripada kutuk?

Dengan pertolongan Roh Kudus & kasih KRISTUS, sebaiknya kita beserta keluarga memilih kehidupan supaya kita hidup, baik kita maupun keturunan kita dengan mengasihi TUHAN, mendengarkan suaraNYA & berpaut padaNYA.

Ulangan 30:19-20 Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, ALLAHmu, mendengarkan suara-NYA & berpaut pada-NYA, sebab hal itu berarti hidupmu & lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yg dijanjikan TUHAN ...

Imanuel, TUHAN YESUS memberkati kita semua. Amin.

Sumber: www.facebook.com/groups/yudhaatm/permalink/505411869478272/

Kapan Yesus Lahir?


Sejak pertengahan bulan November, suasana Natal sudah mulai dihembuskan oleh mal-mal besar di kota-kota besar. Pada saat itu gereja mungkin baru membentuk panitia Natal. Seakan tidak mau kehilangan waktu, dunia bisnis, melalui dekorasi pohon cemara bersalju, rusa, dan kereta salju serta bingkisan hadiah memberikan tekanan psikologis kepada calon pembeli untuk segera berbelanja. Suasana serba putih yang diciptakan dari tahun ke tahun membentuk citra bahwa Kristus lahir di musim dingin yang bersalju di kota kecil bernama Betlehem.

Pemandangan demikian jelas tidak sesuai dengan gambaran yang dilukiskan oleh Injil Lukas saat peristiwa besar itu terjadi. Penginjil ini menulis, "Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam" (Lukas 2:8). Sejak zaman Alkitab sampai sekarang, gembala di Betlehem meninggalkan padang penggembalaan di musim dingin dengan berlindung di gua-gua yang disebut Grotto yang banyak terdapat di sekitar Betlehem. Karena malam yang dingin, dalam bulan Desember, apalagi tanggal 25 tidak ada gembala-gembala di padang bersama domba-domba. Biasanya mereka menggiring kawanan domba mereka ke padang setelah hari raya Paskah sampai hujan pertama atau salju tipis di awal Oktober. Ini berarti peristiwa kelahiran Yesus terjadi dalam selang waktu di antara Paskah di awal April sampai awal Oktober.

Usaha untuk mendapatkan tanggal dan bulan kelahiran-Nya yang tepat ternyata tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga tanggal 25 Desember tetap dipakai sebagai patokan. Alasan yang dikemukakan biasanya, "Tidak ada seorang pun tahu kapan Ia lahir. Karena sudah ada yang menetapkan lebih dulu 25 Desember, maka kita pakai saja, yang penting kita memberikan satu hari dalam satu tahun untuk merayakan kelahiran-Nya." Bagi orang yang mencari kebenaran sejarah, sikap kritis seperti ini belum cukup memuaskan. Penyelidikan di lingkungan Kristen selama ini dilakukan dengan melupakan suatu prinsip penting dalam kehidupan Yesus bahwa Ia datang untuk menggenapi Taurat dan bukan meniadakannya (Matius 5:17). Hal ini berarti semua kejadian penting dalam kehidupan Kristus sudah dinubuatkan oleh Taurat Musa. Dalam hal ini, Hukum Taurat merupakan tolok ukur untuk menunjukkan siapa Mesias yang sesungguhnya akan datang.

Tujuh Hari Raya Tuhan
Hukum Taurat dalam Imamat 23 menetapkan 7 hari raya untuk diperingati dan dirayakan pada waktu tertentu setiap tahun. Hari-hari raya tersebut meliputi Paskah, Roti Tidak Beragi, Buah Sulung, Pentakosta, Sangkakala, Pendamaian, dan Tabernakel. Orang Kristen secara keliru menyangka bahwa semuanya itu adalah hari-hari raya Israel. Firman Tuhan mengatakan, "Hari-hari raya Tuhan yang kamu maklumkan untuk dikuduskan, semuanya itu adalah hari-hari raya-Ku" (KJV). Semuanya itu adalah hari-hari raya TUHAN. Setiap hari raya mengungkapkan satu segi kehidupan Yesus, yaitu Firman Tuhan yang untuk sementara waktu datang ke planet bumi dalam wujud manusia.

Bahwa 7 hari raya tersebut merupakan nubuatan tentang Mesias yang semuanya digenapi secara utuh oleh Yesus dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Paskah (Pesach): Yesus adalah domba Paskah kita. Inilah hari kematian-Nya.
  2. Roti tidak Beragi (Hag HaMatzah): Yesus adalah Roti Hidup, Roti tidak Beragi yang turun dari surga. Ia tidak berdosa karena ragi menyatakan dosa.
  3. Buah Sulung (Sfirat Haomer): Yesus adalah Buah Sulung kebangkitan dari kematian.
  4. Pentakosta (Shavuof): Yesus adalah Pembaptis dengan Roh Kudus.
  5. Sangkakala (Rosh HaShanah): Yesus adalah Mempelai Pria yang menjemput Mempelai Perempuan (Gereja) dalam Pengangkatan Gereja (rapture).
  6. Pendamaian (Yom Kippur): Yesus adalah Mesias orang Yahudi yang datang kedua kalinya. 
  7. Tabernakel (Sukot): Yesus akan memerintah sebagai Raja Damai dalam Kerajaan 1000 Tahun.
Dalam 7 hari raya tersebut, semua segi kehidupan Yesus yang penting sudah diungkapkan dan akan diungkapkan. Kematian dan kebangkitan-Nya telah dinubuatkan dalam Taurat. Pengangkatan Gereja dan Kedatangan- Nya yang kedua telah dinubuatkan dalam 7 Hari Raya, tetapi adakah petunjuk tentang hari kelahiran-Nya? Tentu saja, pada hari raya yang ke-7 yaitu hari raya Tabernakel. Hal ini membentuk suatu pola, kalau hari raya pertama menunjuk pada kematian-Nya, maka hari raya terakhir menunjuk pada kelahiran-Nya; kalau hari raya ke-6 menunjuk pada kedatangan-Nya yang kedua, maka pada hari raya ke-7 menunjuk pada kedatangan-Nya yang pertama.

Hari raya Tabernakel merupakan hari raya yang paling meriah di antara ke-7 hari raya dan disebut juga sebagai Festival Cahaya. Saat itu Bait Suci bagaikan bermandikan cahaya, di Serambi Wanita dipasang 4 kandil pada empat penjuru seakan-akan ingin menerangi bangsa-bangsa. Ini merupakan petunjuk bahwa Terang Dunia itu sedang datang menerangi bangsa-bangsa yang masih berada dalam kegelapan dosa. Hari raya Tabernakel juga merupakan suatu masa raya yang penuh sukacita. Dalam suasana itulah, malaikat datang kepada para gembala di padang bersama kawanan domba mereka dan berkata, "Jangan takut karena sesungguhnya aku memberitakan kesukaan besar bagi seluruh bangsa" (Lukas 2:10).

Bagaimana Perhitungan Tanggalnya?
Injil Lukas 1:5 mencatat bahwa Zakaria, suami Elisabet, kakak ipar Maria ibu Yesus, menjadi imam dari rombongan Abia. Menurut kitab 1Tawarikh 24:10 rombongan Abia mendapat urutan ke-8 dalam tugas di Bait Suci. Tiap rombongan bertugas rutin satu minggu, dua kali dalam setahun.

Jadwal tugas imam ditetapkan menurut kalender keagamaan yang dimulai dengan bulan Nisan yaitu pertengahan Maret. Jadi Zakaria bertugas pada pertengahan Mei. Tetapi karena hari raya Shavuot (Pentakosta) jatuh pada akhir Mei dan semua imam diminta bertugas bersama, Zakaria harus menetap di Bait Suci untuk tambahan dua minggu. Akibatnya ia baru pulang ke rumah untuk menemui isterinya pada awal minggu kedua bulan Juni.

Elisabet mulai hamil pertengahan Juni (Lukas 1:24). Pada saat Elisabet hamil 6 bulan, malaikat Gabriel datang kepada Maria, yaitu pertengahan Desember. Maria mulai mengandung saat itu (Lukas 1:36). Walaupun Yesus dikandung dari Roh Kudus (Lukas 1:35), Yesus dilahirkan pada akhir bulan September atau awal Oktober dan saat itulah orang Yahudi merayakan hari raya Tabernakel (Honorof, R.A., 1997, "The Return of the Messiah").

Hari raya Tabernakel setiap tahun pada tanggal 15 bulan Tishri dan dirayakan selama satu minggu. Ini berarti menurut ketentuan Taurat tanggal kelahiran Yeshua HaMashiach (Yesus Kristus) jatuh pada tanggal 15 Tishri menurut kalender Yahudi. Menurut kalender international (Gregorian), pada tahun 1998 tanggal 15 Tishri jatuh pada tanggal 5 Oktober; sedangkan pada tahun 1999 jatuh pada tanggal 25 September. Pada tahun 2000 lalu jatuh pada tanggal 14 Oktober, sedangkan pada tahun 2001 ini jatuh pada tanggal 2 Oktober 2001 lalu.

Kalau begitu, mengapa dunia merayakan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember? Kelahiran Yesus tidak pernah dirayakan sampai tahun 336. Kelahiran-Nya mulai dirayakan setelah kaisar Roma yang bernama Konstantin (285-337) menyatakan diri menjadi pemeluk agama Nasrani. Sudah menjadi tradisi setiap tanggal 25 Desember penduduk kota Roma merayakan pesta besar yang disebut Saturnalia Romawi untuk menyambut kembalinya matahari ke belahan bumi utara setelah mencapai garis balik selatan. Ketika siang hari menjadi lebih panjang, dewa matahari dianggap telah lahir kembali dan mereka bergembira-ria sambil tukar-menukar hadiah.

Ketetapan untuk mengkonversikan 25 Desember menjadi hari raya Nasrani dengan menjadikannya sebagai hari kelahiran Yesus dilakukan oleh Paus Julius I pada pertengahan abad 4 di kota Roma (Worldwide Church of God, 1985 "The Plain Truth About Christmas"). Ketetapan tersebut tidak dapat diterima oleh gereja-gereja di Yerusalem yang menolaknya sampai abad 6 (Wagner, C. 1995 "Bridges for Peace"). Setelah itu secara tidak resmi umat Nasrani menerima 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, walaupun banyak yang mengetahui bahwa itu bukan tanggal yang sesungguhnya.

Bagaimana Perhitungan Tahunnya?
Kelahiran Yesus jelas harus terjadi sebelum kematian Raja Herodes Agung yang ingin membunuhnya dengan memerintahkan pembunuhan semua bayi berumur di bawah 2 tahun di Betlehem (Matius 2:16). Flavius Josephus (37-100), sejarawan Yahudi abad pertama, mengatakan bahwa sesaat sebelum Herodes meninggal telah terjadi gerhana bulan yang menurut para pakar perbintangan terjadi pada 13 Maret tahun 4 sebelum Masehi (Antiquities of the Jews, XVII, vi, 167). Dengan mengacu pada taksiran Herodes bahwa bayi yang baru lahir itu tidak lebih dari 2 tahun usianya, maka taksiran intelektual tahun kelahiran Yesus sekitar tahun 4-5 sebelum Masehi.

Kekeliruan penetapan tahun 1 tarikh Masehi oleh imam Italia Dionysius Exiguus yang hidup di abad 6 mengakibatkan kelahiran Yesus tidak terjadi pada tahun 0 (nol) Masehi, Anno Domini (op cit, 1985). Ini berarti 2000 tahun sebelum Yesus lahir adalah tahun 1996; sedangkan tahun 2000 kemarin yang dihebohkan dengan "kutu mileniumnya" tidak lain adalah tahun 2004 setelah Kristus lahir.

*Benyamin Obadyah, Penulis adalah Gembala Sidang GBI Exousia Agape, Jakarta.

Sumber :http://www.bahana-magazine.com/des2001/artikel1.htm

Minggu, 11 November 2012

ALLAH MAHA TAHU, TAPI TIDAK OTOMATIS


Saudara harus tahu, sifat ini yg adalah salah satu sifat Allah kita yg ajaib, supaya saudara tidak kecewa.

Seperti pada peristiwa Adam dan Hawa yg digoda setan, apakah Allah tahu bahwa nanti manusia bakal gagal dan jatuh rusak dalam dosa ?

Kalau Allah tahu mengapa tidak mencegahnya, sebagai perbandingan kalau saudara punya anak dan tahu anak itu sebentar lagi akan kecelakaan, apakah saudara bisa diam saja ? Tentu saudara akan sepakat menjawab "MENCEGAH" bagaimanapun caranya. Kita tahu dari kitab kejadian bahwa Allah tidak mencegah.

Kejadian 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

Setelah manusia jatuh pada waktu Allah berjalan dalam taman eden, mengapa Allah bertanya kepada mns kalau Dia sudah tahu ? Apakah Dia pura-pura tidak tahu ?

Kejadian 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Roh Allah melayang-layang, mengapa Dia lakukan kalau Dia sudah tahu ? Roh Allah melakukan itu untuk melihat-lihat.

Kejadian 1:3-4 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

Allah melihat bahwa terang itu baik, jadi sebelumnya sudah dilihat atau belum ? Belum.

Kejadian 1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Allah melihat bahwa semuanya itu baik, jadi sebelumnya itu belum dilihat, padahal sifat Allah adalah maha tahu ? Bagaimana penjelasannya ?

Sifat kemaha tahuan Allah itu tiada batasnya, tapi sifat ini tidak otomatis, tapi dalam pikiran saudara Allah itu maha tahu semuanya secara otomatis dan setiap saat seperti cctv yg merekam semuanya secara otomatis dan setiap saat. Inilah salah satu kesalahpahaman manusia, sebab belum belajar dan mengerti Alkitab.

Hosea 8:1-4 Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah TUHAN! Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Ku dan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku. 2 Kepada-Ku mereka berseru-seru: "Ya Allahku, kami, Israel mengenal Engkau!" 3 Israel telah menolak yang baik  —  biarlah musuh mengejar dia! 4 Mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku; mereka mengangkat pemuka, tetapi dengan tidak setahu-Ku. Dari emas dan peraknya mereka membuat berhala-berhala bagi dirinya sendiri, sehingga mereka dilenyapkan.

Perhatikan ayat 4 "tetapi dengan tidak setahu-Ku", padahal Allah mahatahu tapi waktu itu belum tahu sebab belum "INGIN TAHU".

Kemaha tahuan Allah itu tanpa batas, pada saat Dia ingin tahu maka langsung tahu , contohnya kalau saudara ditanya silsilah saudara maka saudara akan kesulitan menjawab sampai tingkat 7 keatas, tapi Allah tahu silsilah saudara sampai dari Adam.

Sifat ini harus saudara tahu supaya saudara ikut Tuhan tidak gampang kecewa karena salah paham, karena menurut pikiran saudara Allah sudah tahu dengan masalah saudara, tapi kenyataannya belum, Allah memang tahu semua masalah saudara kalau Dia ingin tahu, karena itu saudara wajib berdoa melaporkan masalah saudara kepada Allah, supaya Allah ingat kalau saudara lagi bermasalah, dan pasti Dia tahu lebih banyak dari yg saudara ketahui dan alami.

Yesaya 43:26 Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!

"Ingatkanlah Aku" kata Tuhan, apakah Tuhan lupa ?, tidak Dia tidak pernah lupa, mengapa harus diingatkan ? Sebab kalau Dia belum ingin ya belum ingat.

Kejadian 6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

Allah menyesal telah membuat manusia sebab pada waktu menciptakan manusia Allah belum tahu kalau akan jatuh dalam dosa sebab Allah belum melihat Adam dan Hawa itu mau jadi apa, kalau Allah sudah melihat manusia bakal jatuh dalam dosa dan bakal masuk neraka semua, maka pasti Allah tidak jadi membuat manusia. Jadi saudara tidak bisa menuduh Allah sudah tahu tapi dibiarkan saja.

Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Sifat ini juga dimanfaatkan oleh iblis, sehingga dia siang dan malam mendakwa dosa-dosa yg saudara lakukan, supaya dia bisa memperoleh keuntungan yaitu diberi ijin oleh Allah untuk menyiksa saudara (ingat kisah Ayub).

Karena itu kalau saudara jatuh dalam dosa, jangan menunda waktu untuk berdoa mengakui dan bertobat kembali dihapadan Tuhan, supaya saudara tidak kedahuluan dakwaan iblis yg siang malam itu, sehingga saudara terlanjur kena hukuman berat.

Tiap dosa selalu ada hukumannya, harapan kita tangan Tuhanlah yg menghukum kita sebab hukuman Tuhan itu bersifat mendidik kita untuk kebaikan kita, jangan sampai Tuhan mengijinkan tangan iblis yg menghukum kita sebab kita tahu tangan iblis bermaksud membinasakan kita.

Dikutip dari kotbah hamba Tuhan yg unik Ev. Yusak Tjipto, bagi saudara yg ingin mendengarkan kotbahnya langsung bisa klik disini.

Sabtu, 10 November 2012

PENCARI SELUMBAR

Matius 7:3 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"

Mengapa ada saja orang yang tampaknya ahli dalam menemukan setitik selumbar di mata orang lain?? Apakah hal ini disebabkan karena selumbar itu begitu menarik perhatian bak sebuah barang berharga??

Banyak orang mencari selumbar-selumbar kesalahan dari diri kita karena mereka iri dengan kita, mereka mencari selumbar dengan tujuan untuk mencela!!

Orang yang suka mencari kesalahan orang lain tidak akan pernah dapat melihat kebenaran pada diri orang tersebut, karena mereka mencari yang terburuk, mereka menjadi buta terhadap yang terbaik.

Apakah kita menyadari betapa jahatnya menjadi orang yang suka mencari kesalahan orang lain?? Itu adalah kebiasaan buruk yang dapat menghancurkan diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Dalam ayat 5, Yesus berkata : "Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." Itu berarti kita harus mengetahui dan mengakui dosa-dosa kita lebih dulu!!

Selama kita mau belajar melihat orang lain dengan kacamata kasih, maka kita tidak akan terlalu cepat melihat selumbar kesalahan pada diri orang lain.

1 Petrus 4:8 "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa."

Selamat sore dan Shalom

Dikutip dari sini

ORANG YG CINTA KEKAYAAN SULIT MASUK SURGA

Shalom

Semalam waktu doa PD Yoel, tiba-tiba saya diingatkan Tuhan Yesus mengenai Dr. Teo Kek Siang ini. Kemudian dalam vision Tuhan Yesus memperlihatkan bahwa dia ada di surga di valley (lembah, padang rumput).

Richard Teo Kek Siang terlihat mempunyai tubuh surgawi yang masih muda, sehat, rambut hitam belah samping klimis, ganteng dan penuh sukacita. Dia juga mengenakan baju jubah putih bercahaya.

Kemudian kita bertanya kepada Richard Teo, "Mengapa kamu ada di Valley, tidak di dalam lingkungan tembok kota Kerajaan Surga?"

Dia menjawab, "Aku sangat bersyukur karena bisa masuk surga. Aku ada di sini semata-mata hanya karena anugerah. Kamu tidak tahu betapa jahatnya ketika aku hidup."

Kemudian dia memberikan pesan, "Keselamatan hanya anugerah Yesus Kristus. Lebih mudah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada orang kaya masuk surga."

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Matius 19:23,24)

Melihat pengalaman hidupnya yang sukses menjadi milyuner di usia muda, kemudian mati karena kanker dan masuk surga karena semata anugerah kasih Tuhan Yesus, saya diingatkan Tuhan Yesus mengenai orang kaya yang bodoh (Lukas 12:20,21). Orang di seluruh dunia, termasuk orang Kristen, memiliki obesesi supaya menjadi orang kaya. Kekayaan adalah hal yang sangat penting bagi tujuan manusia hidup. Tetapi apa yang penting bagi manusia ternyata adalah sia-sia di hadapan Allah, bahkan Tuhan Yesus sendiri berfirman : sangat susah dan "mustahil" orang kaya masuk surga, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.

Tetapi firman Allah kepadanya: "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." (Lukas 12:20,21)

Semua orang di dalam gereja bahkan para hamba Tuhan yang besar selalu menyatakan: "Orang Kristen boleh bahkan harus kaya." Tetapi jika itu menjadi ukuran bahwa mereka sudah diberkati oleh Tuhan dan menjadi kebanggaan, maka mereka semua akan berhadapan dengan Matius 19:23,24. Karena dengan tujuan menjadi kaya, untuk menunjukkan bahwa hidup diberkati, maka semua orang Kristen sekarang ini bekerja sangat keras mulai dari anak-anak (sekolah dengan keras) sampai tua untuk mengumpulkan kekayaan. Setelah kaya, mereka berkata : "Aku diberkati oleh Tuhan ..." Padahal saat itu dia sedang masuk ke dalam kelompok Matius 19:23,24.

Hanya sedikit sekali orang Kristen yang menekankan kepada anak-anak dan keluarganya : "carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya." Hanya sedikit sekali orang Kristen yang mengajar dan mendidik dengan keras anak-anaknya dari kecil untuk hidup takut akan Tuhan! Hanya sedikit sekali orang Kristen yang melewati setiap tahapan hidupnya dengan sepenuhnya bergantung kepada Tuhan dan hatinya melekat kepada kasih Kristus. Pada saat seluruh kehidupannya berfokus kepada wajah Allah, maka Firman Tuhan Yesus dalam Matius 6:33 terjadi atas hidup mereka: semuanya ditambahkan dari surga.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Hidupnya dipelihara oleh Allah sendiri dan berkat dilimpahkan dari surga. Orang dunia melihat mereka memiliki kelimpahan, tetapi mereka sendiri merasa, "Aku tidak berarti apa-apa di hadapan kasih Kristus ..." Mereka adalah orang kaya (menurut dunia) yang tidak memburu kekayaan, tetapi orang yang selalu mencari kerajaan Allah dan kebenarannya. Mereka adalah orang yang mengumpulkan banyak harta kekayaan di ... surga.

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:20)

Apakah sekarang ini hidup kita memiliki fokus mengejar mengumpulkan kekayaan di dunia, atau mengumpulkan harta di sorga dengan setiap hari mencari wajah Allah, setiap hari menjaga kekudusan hidup dan menjadi pelaku Firman Tuhan sengan setia?

"Aku sangat bersyukur karena bisa masuk surga. Aku ada di sini semata-mata hanya karena anugerah. Kamu tidak tahu betapa jahatnya ketika aku hidup. Keselamatan hanya anugerah Yesus Kristus. Lebih mudah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada orang kaya masuk surga."

Kata-kata Richard Teo Kek Siang itu sebaiknya bisa menjadi cermin bagi diri kita yang masih berada di dunia ini ...

Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.

Maranatha!

Bagi yg ingin membaca kesaksian DR Richard Teo Keng Siang bisa klik disini.

Dikutip dari sini

Kamis, 08 November 2012

KOSONGKAN BULI-BULI ANDA, LALU TUTUP PINTU


Berkat diawali oleh kerelaan hati. Ketika istri saya dan saya memutuskan untuk berumah tangga, kami tidak memeriksa buku cek terlebih dahulu. Walaupun dibutuhkan biaya lebih dari seperempat juta dolar untuk membesarkan seorang anak, kami tidak berkata: "Itu terlalu mahal; jadi kita tidak perlu memiliki anak." Apakah hal itu pernah terjadi? Bagaimana hal tersebut bekerja di tengah orang-orang miskin yang memiliki anak? Mereka semua diberi makan dan pakaian. Tidak peduli apakah seseorang memiliki dua, empat, delapan atau tidak memiliki anak sama sekali, mereka mungkin menghadapi kondisi yang sama. Mereka ingin memiliki anak dan mereka memperolehnya. Entah bagaimana pemeliharaan itu selalu ada.

Allah telah memberi Anda sebuah buli-buli minyak dan darinya akan mengalir semua yang Anda butuhkan. Ingatlah perempuan miskin dalam Perjanjian Lama yang datang menemui Elisa (baca: 2 Raja-raja 4:2-6).

Kata yang melompat keluar dari kisah ini adalah "pergilah"! Perempuan ini sudah berada di garis akhir penghasilannya yang memprihatinkan, tetapi dia masih memiliki sesuatu – sebuah buli-buli minyak. Dia diperintahkan untuk "pergi" dan memperoleh sesuatu yang tidak dimilikinya yang menjadi terisi hanya oleh kemurahan Allah.

Minyak adalah salah satu lambang kemurahan dalam Alkitab. Ada beberapa hal penting berkaitan dengan minyak. Pertama, minyak adalah cairan – suatu zat yang mengalir. Ia tidak statis tetapi dinamis. Sifat dinamis tersebut dapat terjadi hanya ketika minyak dicurahkan. Hal lain adalah bahwa minyak, setidaknya minyak zaitun, dapat keluar hanya melalui pemerasan.

Perlu pemerasan terhadap pengertian dan kemampuan kita sebelum kemurahan Allah dilepaskan. Kemurahan, seperti halnya minyak, mengalir untuk melayani tujuan Allah. Perempuan ini membutuhkan sesuatu yang melebihi kemampuannya untuk dapat menghidupi dirinya dan keluarganya. Satu-satunya cara agar minyak itu mengalir bagi dia adalah dengan mematuhi perintah hamba Allah dan "pergi"!

Perhatikan bahwa dia diperintahkan untuk meminta bejana-bejana kosong, sesuatu yang tampaknya tidak terlalu berharga. Elisa tidak mengatakan padanya untuk pergi meminta minyak dari tetangganya. Mereka juga tidak memilikinya. Dia diperintahkan untuk meminta bejana-bejana "kosong" seperti anak-anak kecil yang biasa keluar dan meminta botol sodah kosong dari tetangganya untuk ditukar dengan uang dua sen. Jika kita tidak membawa bejana-bejana kosong pada Allah, Ia tidak dapat mengisinya. Jika perempuan itu ingin mendapatkan apa yang diperlukannya dan ingin bebas dri hutang yang melilit hidupnya, dia harus mematuhi firman Allah. Dia tidak memiliki harapan lain.

Hamba Allah mengatakan pada saudari yang miskin ini untuk membawa bejana-bejana kosong ke dalam rumahnya dan menutup pintunya. Ketika pintu tertutup tak seorang pun yang dapat mengintip rencana Allah, mencoba melogiskannya, atau pun memberi pendapat bagaimana caranya menyelesaikan suatu pekerjaan yang sepenuhnya bersifat supranatural dengan menggunakan perangkat yang natural.

Kita harus menutup pintu terhadap metode manusia dan mematuhi apapun yang diperintahkan Allah, ketika kita berbicara tentang keuangan pribadi kita atau pun tentang menjangkau dunia yang terhilang dengan Injil. Akhirnya, wanita ini memperoleh lebih dari pada cukup untuk dirinya dan tetangganya yang telah memberikan bejana-bejana kosong tak berharga. Luapan kemurahan memancar dan mengangkat dunia sekelilingnya.

Saudara terkasih, Allah ingin memberkati Anda dengan apa yang ada di dalam hidup Anda saat ini. Kosongkan hati Anda dengan motivasi yang murni sebagai langkah awal bahwa Anda mempersiapkan diri untuk menyambut berkat-berkat supranatural dari Tuhan. Ingat, bahwa Dia tidak akan pernah berhutang pada umat yang percaya penuh kepadaNya. Terpujilah Dia!

TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...

[ Sumber: Buku Strategies for Financial Breakthrough (Eugene Strite) ]

AHITOFEL, IMAM BESAR YANG SAKIT HATI


Nasihatnya adalah Nasihat Dari Allah

Suatu hari, sekitar tahun 1003 SM, pada jaman raja Daud memerintah, hiduplah seseorang yang bernama Ahitofel. Ia adalah seorang penasihat yang sangat diandalkan raja Daud. Hubungan mereka sangat dekat dan mereka sama-sama mengasihi dan melayani Tuhan dgn segenap hati mereka. Ahitofel adalah orang yang diurapi Tuhan sampai-sampai pada jaman itu, Alkitab mengatakan bahwa nasihat yang diberikan Ahitofel sama dengan nasihat dari Tuhan! (2 Samuel 16:23). Jelas sekali jika Ahitofel tidak hanya melayani Tuhan dengan biasa-biasa saja. Ahitofel berasal dari Gilo dan salah satu anaknya bernama Eliam, salah seorang dari 30 pahlawan raja Daud yang sangat perkasa (2 Samuel 23:34). Eliam mempunyai anak yang bernama Batsyeba (2 Samuel 11:3).

Peristiwa yang Mengubah Hidupnya

Siapa yang tidak kenal raja Daud? Raja Daud dikenal sebagai pemazmur ulung, raja yang terhebat bagi bangsa Israel sampai hari ini! Tapi raja Daud juga pernah melakukan kesalahan yang diketahui semua orang karena pengakuan dosanya yang terbuka. Sekitar tahun 997 SM, 6 tahun setelah menjadi raja atas seluruh Israel, Daud pernah berzinah, yang oleh beberapa orang, Daud dianggap memperkosa seorang wanita dan juga istri bawahannya. Wanita itu bernama Batsyeba, yang adalah cucu Ahitofel, penasihat raja yang sangat diurapi itu..

Daud memang berbuat salah, tapi setelah itu dia bertobat, dia sungguh-sungguh minta ampun pada Tuhan dan mau menanggung semua akibat dari dosanya. Tuhan akhirnya mengampuni Daud walaupun dia harus menerima konsukuensi dari yang dia tabur. Tapi bagaimana dengan Ahitofel? Peristiwa ini ternyata sangat menyakitkan untuk Ahitofel. Dia sangat tersinggung dan menyimpan sakit hati dan dendam terhadap Daud. Ahitofel memilih untuk tidak mengampuni Daud.

Sekitar tahun 992-980 SM, Absalom, anak Daud yang pernah membunuh saudara tirinya, memimpin pemberontakan. Saat itu Ahitofel bergabung bersama Absalom untuk memberontak terhadap raja Daud. Ahitofel membalas mengkhianati Daud hingga Daud sangat ketakutan (Mazmur 55:5-6, 13-15). Daud berseru kepada Tuhan supaya nasihat Ahitofel dikacaukan (2 Samuel 17), dan agar Absalom tidak mengikuti nasihat Ahitofel. Doa Daud dijawab, Absalom tidak mengikuti nasihat Ahitofel. Ahitofel menjadi sangat malu dan sakit hatinya menjadi semakin parah. Akhirnya dia memilih untuk pulang ke Gilo dan gantung diri karena depresi (2 Samuel 17:23).

Bayangkan, seorang penasihat raja yang begitu diurapi Tuhan, yang nasihatnya dianggap sebagai nasihat dari Tuhan, akhirnya mati bunuh diri. Semua bermula dari peristiwa yang sangat melukai hatinya dan tidak mau mengampuni Daud yang pernah berbuat salah.

Belajar Dari Ahitofel

Suatu hari di neraka diadakan obral besar-besaran, akibatnya poster porno, VCD kasting sabun mandi, DVD porno, narkoba dan segala hal berbau dosa diobral di mana-mana dan bisa dibeli dengan harga murah. Semua dipajang di stand-stand yang berdiri saling berdampingan. Namun ada satu stand yang memajang barang yang benar-benar kumal, lusuh dan jelek sekali dengan harga yang sanggaaaaaaat mahallll ... Pengunjung bazar murah tersebut terheran-heran melihat hal tersebut dan akhirnya bertanya pada penjaga stand, mengapa barang yang sangat jelek tersebut dijual dengan harga yang sangat ahal.

Penjaga stand menjelaskan bahwa jika barang-barang lain seperti VCD dan poster porno, narkoba, dan barang-barang di stand-stand lain tidak berhasil merusak anak-anak Tuhan, maka barang jelek tersebut hampir selalu berhasil! Bahkan tidak sedikit Pendeta yang terkena serangan senjata ini. Dan yang tak kalah menarik, jika barang jelek tsbersebut sudah dipakai oleh anak-anak Tuhan, kadang mereka tidak menyadarinya.

Kenapa barang tersebut jelek? Itu karena barang tersebut terlalu sering dipakai, akibatnya menjadi kucel..... Apa nama barang itu? Dia adalah KECEWA, alias Tersinggung alias Sakit Hati!

Kalau kamu manusia, maka kamu tidak akan lepas dari yang namanya kecewa, tersinggung atau sakit hati. Itu manusiawi! Tapi kamu perlu tahu juga, bahwa itu adalah hasil dari serangan iblis yang ingin merusak hidupmu, yang bahkan seorang Ahitofel pun akhirnya bunuh diri gara-gara hal tersebut. Jadi hati-hati kalau kamu menyimpan sesuatu terhadap orang lain, SEGERA BERESKAN, BERIKAN PENGAMPUNAN.

"Tapi dia yang salah!!'" Hey ... ini bukan soal siapa yang salah atau yang benar, tapi : siapa yang mau menjaga hatinya agar sukacita, damai Allah, berkat dan kehidupan dari Tuhan bisa terus dialami. OK?

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23)

Dikutip dari sini.

Minggu, 04 November 2012

BERKAT DARI DIGIGIT ANJING


Clark Anderson, tinggal di kota kecil di Skotlandia. Ia seorang tukang kayu dengan 9 anak. Ia mempunyai mimpi besar untuk menjadi imigran sukses ke Amerika.

Abad 20, Amerika menjadi benua yang banyak diserbu orang lain dari berbagai negara karena emasnya.

Dengan semangat, Clark dan istrinya bekerja siang malam untuk menabung, agar dapat berhasil mendapatkan passport keluarganya dan untuk memesan tiket kapal pesiar yang akan berlayar ke New York setahun lagi, di tahun 1912.

Seluruh keluarga dipenuhi sukacita, bukan hanya karena masa depannya kelak, tetapi karena kapal pesiar bernama Titanic itu akan sangat besar dan mewah serta begitu aman.

Namun 7 hari sebelum keberangkatan mereka, putra bungsunya digigit oleh anjing. Dokter yang menangani anak itu kemudian menggantung label kuning ke rumah mereka "kemungkinan rabies" pada label itu.

Semua penghuni rumah di karantina selama 14 hari. Pada saat itu rabies sangat berbahaya dan mengganas.

Pupus sudah mimpi keluarga Clark. Uang mereka ibarat hangus, bahkan ada tambahan biaya pengobatan buat putra bungsu mereka. Clark sangat sedih, diam-diam ia kabur dari rumah dan pergi ke dermaga melihat pelepasan kapal mewah tersebut. Ia kecewa dan menitikan air mata, karena ketidak beruntungan mereka. Ia kesal kepada putra bungsunya, dan benci kepada pemilik anjing itu, bahkan kecewa kepada Tuhan.

Berita besar muncul begitu heboh 5 hari kemudian di seluruh Eropa. Kapal mewah yang disebut Titanic itu dikabarkan tenggelam beserta sebagian besar penumpangnya. Kapal yang oleh pemiliknya dengan angkuh dikatakan aman itu, "Bahkan Tuhan tidak dapat menenggelamkannya" telah tenggelam, dengan korban jiwa lebih dari 1.500 orang.

Firman Tuhan berkata: "Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah Firman TUHAN." (Yesaya 55:8)

Oleh karena itu, apapun yang terjadi, rencana Tuhanlah yang terindah. Bersyukur untuk setiap hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita.

TUHAN YESUS Memberkati...

Dikutip dari sini.